MAKALAH ILMU PENDIDIKAN
METODE PENDIDIKAN DALAM PRAKTEK PEMBELAJARAN
DISUSUN OLEH :
1. Aris Indro Susanto ( 1102415004 )
2. Nur Vita (1102415016 )
3. Sularsih (1102415020 )
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat
Tuhan YME, karena atas limpahan rahmat serta karunia-Nya kami dapat
menyelesaiakan makalah yang berjudul “Metode Pendidikan dalam Praktek
Pembelajaran” untuk memenuhi tugas mata
kuliah Ilmu Pendidikan. Tak lupa penulis juga mengucapkan banyak terma kasih
kepada semua pihak yang bersedia membantu demi terselesaikannya makalah ini.
Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat
yang sebesar-besarnya baik bagi pembaca maupun penulis. Diharapkan dengan
adanya makalah ini dapat menambah wawasan serta pengetahuan yang berkaitan
dengan metode pendidikan. Penulis juga berharap makalah ini dapat menambah
referensi dalam kegiatan belajar mengajar.
Pepatah mengatakan “tidak ada sesuatu
yang sempurna” begitu pula dengan
makalah ini,mungkin masih banyak kekurangan baik dari segi isi maupun
sistematika penulisan. Maka dari itu, penulis mohon maaf jika makalah ini tidak
sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pembaca.
Saran dan kritik
sangat kami perlukan untuk perbaikan makalah ini.
Semarang,
20 April 2016
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Untuk mencapai
tujuan pembelajaran tentunya Guru harus selalu aktif dalam pemilihan metode
pembelajaran. dikarenakan daya tampung siswa / daya serap siswa sangatlah
berbeda, siswa satu dengan yang lainnya tentunya ada perbedaan tidak semuanya
bisa dikatakan sama rata. nah disini tuntutan bagi Guru untuk pandai -
pandainya dalam pemilihan metode pembelajaran supaya siswa dapat menyerap semua
materi pelajaran secara sempurna dan bisa dikatakan pembelajaran yang berhasil. Metode Pembelajaran sangatlah penting
dalam berlangsungnya proses belajar mengajar.
siswa tidak akan berhasil dalam belajarnya jika metode pelajaran kurang
tepat dengan kata lain siswa kurang tertarik dengan proses belajarnya.
sebenarnya tidak ada mata pelajaran yang di benci siswa cuma metode
pembelajaran yang kurang menarik oleh siswa. jika siswa sudah senang dengan
metode pelajaran yang dibawakan oleh guru maka siswa akan mudah untuk menerima
pelajaran dengan baik.
1.2
Rumusan Masalah
1.
Apa
definisi dan fungsi metode pendidikan ?
2.
Apa
saja macam metode pendidikan beserta kelebihan dan kelemahannya?
3.
Faktor
saja yang perlu diperhatikan dalam memilih metode pendidikan ?
1.3
Tujuan Penullisan
1.
Mengetahui
definisi dan fungsi metode pendidikan.
2.
Mengetahui
macam metode pendidikan beserta kelebihan dan kelemahan.
3.
Memahami
faktor apa saja yang perlu diperhatikan dalam memilih metode pendidikan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Definisi dan Fungsi Metode Pendidikan
Ditinjau dari segi etimologis (bahasa),
metode berasal dari bahasa Yunani yaitu methodos. Kata ini berasal dari dua suku kata yaitu metha
yang berarti melewati atau
melalui dan hodos yang berarti jalan atau cara. Maka metode memiliki arti suatu jalan yang
dilalui untuk mencapai tujuan. Dalam bahasa inggris dikenal dengan term method dan way yang mempunyai arti
metode dan cara dan dalam bahasa arab, kata metode diungkapkan dalam berbagai
kata seperti kata al-thariqoh (jalan), al-manhaj (sistem), dan al-wasilah
(mediator atau perantara). Dengan demikian kata arab yang berarti dekat dengan
arti metode adalah al-thariqoh.
Sedangkan secara istilah, Edgar Bruce Wesley
mendefinisikan metode dalam bidang pendidikan sebagai: “rentetan kegiatan
terarah bagi guru yang menyebabkan timbulnya proses belajar pada murid-murid,
atau ia adalah proses yang melaksanakannya
yang sempurna menghasilkan proses belajar, atau ia adalah jalan yang dengannya
pengajaran itu menjadi berkesan.” Disisi lain Imam Barnadib mengartikan
metode sebagai suatu sarana untuk menemukan, menguji dan menyusun data yang
diperlukan bagi pengembangan pendidikan.
Dengan demikian secara umum metode adalah cara untuk
mencapai sebuah tujuan dengan jalan yang sudah ditentukan, dalam metode pendidikan dapat diartikan sebagai cara untuk mencapai tujuan
pendidikan sesuai kurikulum yang ditentukan.
Metode pendidikan secara umum dapat dikemukakan
sebagai mediator pelaksanaan operasional pendidikan. Secara khusus biasanya
metodologi pendidikan berhubungan dengan tujuan dan materi pendidikan dan juga
dengan kurikulum. Dengan bertolak pada dua pendekatan ini dapat dikatakan bahwa
metode berfungsi mengantarkan pada suatu tujuan kepada obyek sasaran tersebut.
Metode pendidikan harus mempertimbangkan kebutuhan, ketertarikan, sifat dan
kesungguhan para peserta didik dan juga harus memberikan kesempatan untuk mengembangkan
kekuatan intelektualnya. Pendidik dalam memberikan pelajaran atau mendidik
peserta didik harus bisa memberi keleluasaan sehingga peserta didik dapat
berperan aktif dalam proses belajar mengajar.
Dalam menyampaikan materi pendidikan perlu ditetapkan
metode yang didasarkan kepada pandangan dan persepsi dalam menghadapi manusia
sesuai dengan unsur penciptaannya, yaitu, jasmani, akal, dan jiwa yang
diarahkan menjadi orang yang sempurna dengan memandang potensi individu setiap
peserta didik, oleh karena itu pendidik dituntut agar memahami aspek psikologis
dan karakter setiap peserta didik.
Dari sini jelaslah bahwa metode sangat berfungsi dalam
menyampaikan materi pendidikan. Tidak salah jika ada sebuah pernyataan yang
menyebutkan bahwa “metode
lebih utama dari pada materi (al-taiqah aula min al-madah)” disebabkan
materi itu bagaikan raga yang harus digerakkan oleh jiwa. Tanpa adanya
penggerak yang membawa pada tujuan maka proses pendidikan tidak akan tecapai
secara maksimal.
Beberapa hal yang harus ada dalam metode
adalah :
1. Adanya tujuan yang hendak dicapai
2. Adanya aktivitas untuk mencapai tujuan
3. Aktivitas itu terjadi saat proses
pembelaran berlangsung
4. Adanya perubahan tingkah laku setelah
aktivitas itu dilakukan.
Faktor-Faktor yang
Mempengaruhi Pemilihan Metode Pembelajaran.
Berikut ini merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi
pemilihan metode pembelajaran, antara lain:
1. Faktor peserta didik.
a.
Perbedaan jenjang pendidikan.
Pemilihan suatu metode pembelajaran, harus
menyesuaikan tingkatan jenjang pendidikan siswa. Pertimbangan yang menekankan
pada perbedaan jenjang pendidikan ini adalah pada kemampuan peserta didik,
apakah sudah mampu untuk berpikir abstrak atau belum. Penerapan suatu metode
yang sederhana dan yang kompleks tentu sangat berbeda, dan keduanya berkaitan
dengan tingkatan kemampuan berpikir dan berperilaku peserta didik pada setiap
jenjangnya.
Semakin tinggi tingkatan
berpikirnya, maka pemilihan metode pembelajaran yang diterapkan dapat semakin kompleks. Ini berkaitan dengan pemahaman siswa,
pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki sebelumnya, serta kebutuhan akan
aktualisasi diri yang bersifat lebih kompleks. Kebutuhan akan aktualisasi diri
yang lebih kompleks menunjuk pada motif peserta didik dalam tingkatan
partisipasi pembelajaran yang dilakukan.
b.
Latar belakang peserta didik.
Latar belakang peserta didik dapat ditelusur dari keluarga, pola didik, pola
asuh, kondisi-kondisi
tertentu (ekonomi, sosial, budaya, anak berkebutuhan khusus, dan lain
sebagainya). Prakarsa belajar seseorang sangat dipengaruhi oleh individual
culture yang besangkutan. Individual culture terbentuk dari pola asuh dan pola
didik seseorang dalam lingkungan keluarganya yang dipengaruhi oleh berbagai
faktor perkembangan individu. Meskipun tidak signifikan, atau pengaruhnya kecil
sebagai pertimbangan dalam pemilihan metode pembelajaran, namun untuk kondisi-kondisi khusus, latar belakang peserta didik perlu
mendapat perhatian yang besar. Contoh,
pemilihan metode pembelajaran bagi anak-anak sekolah luar biasa harus
memberikan perlakuan khusus, sehingga metode pembelajaran yang digunakan akan
mampu mencapai tujuan yang diharapkan.
c. Tingkat
intelektualitas.
Pada bagian ini yang dimaksud dengan tingkat
intelektualitas, mencakup gaya belajar dan daya serap peserta didik dalam mengolah informasi dan
menyerap substansi pembelajaran yang dilakukan. Gaya belajar yakni, melalui apa
siswa mampu menangkap dan memahami pembelajaran. Kategorinya antara lain gaya
belajar audiotori, visual, atau audio – visual. Daya serap, adalah seberapa
cepat dan seberapa besar kemampuan siswa dalam menyerap informasi, dan proses
pembelajaran secara keseluruhan. Apakah siswa termasuk cepat, lambat, atau
tengah – tengah, dalam menyerap pembelajaran.
2. Faktor dinamika
kelas.
a.
Jumlah peserta didik.
Jumlah peserta didik dalam satu kelas perlu menjadi
pertimbangan dalam pemilihan metode pembelajaran yang tepat. Meskipun
pemerintah telah mengeluarkan aturan baku mengenai standar jumlah peserta didik
dalam satu kelas, namun kenyataannya aturan tersebut masih belum dapat
dilaksanakan sebagaimana mestinya. Kekurangan jumlah peserta didik dalam satu
kelas disebabkan karena minat dan berbagai alasan lain, sehingga terjadi
kekurangan siswa. Lain halnya dengan kelas yang jumlah siswanya justru over
capasity. Masih banyak sekolah-sekolah yang menerima murid dalam jumlah yang
besar namun tidak memiliki kapasitas ruang yang memadai, sehingga dalam satu ruangan
kelas dipenuhi oleh jumlah siswa yang melebihi dari 32 orang.
b. Karakter kelas.
Pemilihan metode pembelajaran harus memperhatikan
karakter kelas. Karakter kelas menyangkut sifat dan sikap peserta didik dalam tataran umum
untuk ruang lingkup kelas. Guru harus memiliki ketajaman pandangan dan mampu
menilai karakter yang dimiliki oleh kelas-kelas yang diampunya. Setiap kelas
memiliki karakternya masing-masing. Salah satu keterampilan wajib seorang guru
adalah dalam hal penguasaan
kelas. Penguasaan kelas bukan diartikan guru dominan dan diktatoris,
tapi guru sangat mengenali
dan memahami secara mendalam karakter kelas yang diampunya.
Mengenali dan memahami karakter kelas memerlukan cara
tersendiri. Cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui karakter kelas adalah
dari sikap yang paling dominan yang dimiliki kelas tersebut, dimana sikap
dominan tersebut merupakan sikap yang mencirikan (membedakan) kelas tersebut
dengan kelas lainnya. Ini berarti setiap kelas memiliki ciri khas sendiri-sendiri. Sikap dominan
bisa ditelusur dari
indikasi-indikasi seperti yang tampak, antara lain:
1.)
Seberapa
kooperatifkah warga belajar.
2.) Adakah kelompok dominan dalam kelas tersebut.
3.) Bagaimana performa dan tingkat
partisipasinya.
3. Faktor ketersediaan fasilitas pembelajaran.
Fasilitas pembelajaran berfungsi
untuk memudahkan proses pembelajaran dan pemenuhan kebutuhan proses
pembelajaran. Bagi sekolah yang telah memiliki fasilitas pembelajaran yang
lengkap, ketersediaan fasilitas belajar bukan lagi suatu kendala. Namun demikian
tidak semua sekolah
memiliki fasilitas pembelajaran dengan standar yang diharapkan. Keadaan
tersebut hendaknya tidak
menjadi suatu hambatan bagi guru dalam merancang pembelajaran yang tetap
mampu menjangkau tujuan pembelajaran. Dalam kondisi tertentu, guru-guru yang
memiliki semangat dan komitmen yang kuat tetap mampu menyelenggarakan
pembelajaran yang menarik, menyenangkan, dan mampu mencapai tujuan pembelajaran
yang diharapkan
4. Faktor tujuan pembelajaran yang hendak dicapai.
Setiap pelaksanaan pembelajaran tentu
memiliki tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Penyelenggaraan pembelajaran
bertujuan agar pesera didik sebagai warga belajar akan memperoleh pengalaman belajar dan menunjukkan perubahan perilaku,
dimana perubahan tersebut bersifat
positif dan bertahan
lama. Kalimat tersebut dapat dimaknai bahwa pembelajaran yang berhasil
adalah pembelajaran yang tidak hanya akan menambah pengetahuan peserta didik tetapi juga
berpengaruh terhadap sikap
dan cara pandang
peserta didik terhadap
realitas kehidupan.
5. Faktor materi pembelajaran.
Pada bagian ini, hal yang perlu
diperhatikan dalam materi pembelajaran adalah apa materinya (what), seberapa
banyak (how much), dan bagaimana tingkat
kesulitan (how hard) materi yang hendak dipelajari. Berikut penjelasan
masing-masing:
a. ‘What’, apa materi yang hendak
dipelajari.
Setiap mata pelajaran memiliki
karakternya sendiri-sendiri, salah satunya bisa ditelusur dari materi yang
tercakup dalam mata pelajaran tersebut. Secara umum, materi (dalam hal ini
menunjuk pada content and substancy) antara mata pelajaran bidang ilmu alam dan
bidang ilmu sosial terdapat perbedaan-perbedaan yang jelas. Pemilihan metode
pembelajaran yang tepat salah satunya harus berbasis pada content dan substancy
materi pembelajaran.
b. How much, seberapa banyak materi
yang hendak dipelajari.
Jumlah materi yang akan dipelajari
menjadi salah satu dasar pertimbangan dalam menentukan metode pembelajaran yang
akan dipakai. Metode pembelajaran yang dipilih harus efektif, efisien, praktis
dalam aplikasinya sehingga cakupan materi yang hendak dipelajari dapat dengan
tuntas diselesaikan. Dalam satu kali pertemuan, tidak jarang cakupan materi
yang dipelajari jumlahnya kecil maupun besar. Penggunaan metode pembelajaran
yang tepat akan memudahkan guru dan peserta didik untuk menyelesaikan jumlah
materi yang harus ditempuh.
c. How hard, seberapa sulit materi
yang hendak dipelajari.
Materi pelajaran memiliki tingkat
kedalaman, keluasan, kerumitan yang berbeda-beda. Materi pembelajaran dengan
tingkat kesulitan yang
tinggi biasanya menuntut langkah-langkah analisis dalam tataran yang beragam.
Analisis bisa hanya pada tataran dangkal, sedang, maupun analisis secara
mendalam. Pemilihan metode pembelajaran yang tepat mampu memberikan arahan
praktis untuk mengatasi tingkat kesulitan suatu materi pembelajaran.
6. Faktor alokasi waktu pembelajaran.
Pemilihan metode pembelajaran yang
tepat juga harus memperhitungkan ketersediaan waktu. Rancangan belajar yang baik adalah
penggunaan alokasi waktu yang dihitung secara terperinci, agar pembelajaran
berjalan dengan dinamis, tidak ada waktu terbuang tanpa arti. Kegiatan
pembukaan, inti, dan penutup disusun secara sistematis. Dalam kegiatan inti
yang meliputi tahap eksplorasi – elaborasi – konfirmasi, mengambil bagian waktu
dengan porsi terbesar dibandingkan dengan kegiatan pembuka dan penutup.
Pemilihan metode pembelajaran pada
kenyataannya dapat menciptakan suasana belajar yang dinamis dan praktis dalam
penggunaan waktu. Dalam gambaran yang sederhana, suatu materi pembelajaran yang
banyak dapat diselesaikan dalam waktu yang relatif lebih cepat dengan
penggunaan metode cooperatif learning dengan berbagai variasi dan pengembangannya.
7. Faktor kesanggupan
guru.
Guru memang dituntut untuk selalu menunjukkan performa yang selalu prima dalam
setiap pembelajaran yang diampunya. Namun demikian, guru tetaplah manusia
dengan berbagai kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya. Memilih suatu metode
pembelajaran pun harus menimbang kesanggupan guru. Akan tetapi, hal ini tidak
menjadi dalih pembenaran bagi guru untuk menunjukkan performa yang terlalu apa
adanya, dan yang biasa-biasa saja.
Tuntutan untuk senantiasa
meningkatkan kapasitas dan kualitas harus selalu diupayakan oleh setiap
pendidik. Faktor kesanggupan guru bukanlah suatu pembatas bagi guru untuk
memunculkan ide, kreativitas, dan inovasi-inovasi segar yang dapat memunculkan
‘ruh’ dalam pembelajaran yang diselenggarakannya. Dalam paparan sederhana
misalnya, guru yang memiliki ‘sense of humor’ banyak disukai muridnya, tetapi
guru tidak perlu memaksakan diri untuk menjadi ‘orang lucu’ di depan muridnya
agar ia disukai. Cukup dengan penggunaan metode pembelajaran yang mampu
memunculkan antusiasme belajar siswa, maka guru akan menjadi orang yang
‘diterima’ dan disukai peserta didiknya.
2.2. Macam-macam Metode
Pendidikan
Metodologi
mengajar adalah ilmu yang mempelajari cara-cara untuk melakukan aktivitas yang
tersistem dari sebuah lingkungan yang terdiri dari pendidik dan peserta didik
untuk saling berinteraksi dalam melakukan suatu kegiatan sehingga proses
belajar berjalan dengan baik dalam arti tujuan pengajaran tercapai.
Agar tujuan pengajaran tercapai sesuai dengan yang
telah dirumuskan oleh pendidik, maka perlu mengetahui, mempelajari beberapa
metode mengajar, serta dipraktekkan pada saat mengajar.
Beberapa
metode mengajar
1.Metode Demonstrasi
Demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk membelajarkan peserta
dengan cara menceritakan dan memperagakan suatu langkah-langkah pengerjaan
sesuatu. Demonstrasi merupakan praktek yang diperagakan kepada peserta. Karena
itu, demonstrasi dapat dibagi menjadi dua tujuan: demonstrasi proses untuk memahami langkah demi langkah;
dan demonstrasi hasil untuk memperlihatkan
atau memperagakan hasil dari sebuah proses. Biasanya, setelah
demonstrasi dilanjutkan dengan praktek oleh peserta sendiri. Sebagai hasil,
peserta akan memperoleh pengalaman belajar langsung setelah melihat, melakukan,
dan merasakan sendiri. Tujuan dari demonstrasi yang dikombinasikan dengan
praktek adalah membuat perubahan
pada ranah keterampilan
Kelebihan
metode demonstrasi
a)
Perhatian siswa lebih dapat terpusatkan pada pelajaran yang diberikan.
b)
Kesalahan-kesalahan yang terjadi bila pelajaran itu diceramahkan dapat diatasi
melalui pengamatan dan contoh yang konkrit.
c)
Memberi motivasi yang kuat untuk siswa agar lebih giat belajar.
d)
Siswa dapat berpartisipasi aktif dan memperoleh pengalaman langsung.
Kelemahan
metode demonstrasi
a)
Bila alatnya terlalu kecil atau penempatannya kurang tepat menyebabkan
demonstrasi itu tidak dapat dilihat jelas oleh seluruh siswa.
b)
Bila waktu tidak tersedia cukup, maka demonstrasi akan berlangsung
terputus-putus atau berjalan tergesa-gesa.
2. Metode Kerja Lapangan
Metode kerja lapangan merupakan metode mengajar dengan
mengajak siswa
kedalam suatu tempat diluar sekolah yang bertujuan tidak hanya sekedar
observasi atau peninjauan saja, tetapi langsung terjun turut aktif ke lapangan
kerja agar siswa dapat menghayati
sendiri serta bekerja sendiri didalam pekerjaan yang ada dalam
masyarakat.
Kelebihan
metode kerja lapangan
a)
Siswa mendapat kesemmpatan untuk langsung aktif bekerja dilapangan sehingga
memperoleh pengalaman langsung dalam bekerja.
b)
Siswa menemukan pengertian pemahaman dari pekerjaan itu mengenai kebaikan
maupun kekurangannya.
Kelemahaan
metode kerja lapangan
a)
Waktu terbatas tidak memungkinkan memperoleh pengalaman yang mendalam dan
penguasaan pengetahuan yang terbatas
b)
Untuk kerja lapangan perlu biaya yang banyak. Tempat praktek yang jauh dari
sekolah shingga guru perlu meninjau dan mepersiapkan terlebih dahulu
c)
Tidak tersedianya trainer guru/pelatih
yang ahli
3. Metode Sosiodrama dan
Bermain Peran
Metode sosiodrama dan bermain peran merupakan suatu
metode mengajar dimana siswa dapat mendramatisasikan tingkah laku atau ungkapan gerak gerik wajah
seseorang dalam hubungan sosial antar manusia
Kelebihan
metode sosiodrama dan bermain peran
a)
Siswa lebih tertarik perhatiannya pada pelajaran.
b)
Karena mereka bermain peran sendiri, maka mudah memahami masalah-masalah sosial
tersebut.
c)
Bagi siswa dengan bermain peran sebagai orang lain, maka ia dapat menempatkan
diri seperti watak orang lain itu.
d)
Ia dapat merasakan perasaan orang lain sehingga menumbuhkan sikap saling
perhatian.
Kelemahan
metode sosiodrama dan bermain peran
a)
Bila guru tidak menguasai tujuan instrusional penggunaan teknik ini untuk
sesuatu unit pelajaran, maka sosiodrama tidak akan berhasil.
b)
Dalam hubungan antar manusia selalu memperhatikan norma-norma kaidah sosial,
adat istiadar, kebiasaan, dan keyakinan seseorang jangan sampai ditinggalkan
sehingga tidak menyinggung perasaan seseorang.
c)
Bila guru tidak memahami langkah-langkah pelaksanaan metode ini, maka akan
mangacaukan berlangsungnya sosiodrama.
4.Metode Simulasi
Metode simulasi merupakan cara mengajar dimana
menggunakan tingkah laku seseorang untuk berlaku seperti orang yang dimaksudkan
dengan tujuan agar orang dapat menghindari lebih mendalam tentang bagaimana
orang itu merasa dan berbuat sesuatu dengan kata lain siswa memegang peranaan
sebagai orang lain.
Kelebihan
metode simulasi
a)
Dapat menyenangkan siswa
b)
Menggalak guru untuk mengembangkan kreatifitas siswa
c)
Eksperimen berlangsung tanpa memerlukan lingkungan yang sebenarnya
d)
Mengurangi hal-hal yang verbalistik
e)
Menumbuhkan cara berfikir yang kritis
Kelemahan
metode simulasi
a)
Efektifitas dalam memajukan belajar siswa belum dapat dilaporkan oleh riset
b)
Terlalu mahal biayanya
c)
Banyak orang meragukan hasilnnya karena sering tidak diikutsertakan
elemen-elemen penting
d)
Menghendaki pengelompokan yang fleksibel
e)
Menghendaki banyak imajinasi dari guru dan siswa
5.Metode Seminar
Metode seminar adalah suatu kegiatan ilmiah yang
dilakukan oleh beberapa orang dalam suatu sidang yang berusaha membahas /
mengupas masalah-masalah atau hal-hal tertentu dalam rangka mencari jalan
memecahkannya atau mencari pedoman pelaksanaanya.
Kelebihan
metode seminar
a)
Peserta mendapatkan keterangan teoritis yang luas dan mendalam tentang masalah
yang diseminarkan
b)
Peserta mendapatkan petunjuk-petunjuk praktis untuk melaksanakan tugasnya
c)
Peserta dibina untuk bersikap dan berfikir secara ilmiah
d)
Terpupuknya kerja sama antar peserta
e)
Terhubungnya lembaga pendidikan dan masyarakat
Kelemahan
Metode Seminar
a)
Memerlukan waktu yang lama
b)
Peserta menjadi kurang aktif
c)
Membutuhkan penataan ruang tersendiri
6.Metode Kerja Kelompok
Metode kerja kelompok adalah suatu cara menyajikan
bahan pelajaran dengan menyuruh pelajar (setelah dikelompok-kelompokkan)
mengerjakan tugas tertentu untuk mencapai tujuan pengajaran. Merka bekerja sama
dalam memecahkan masalah atau melaksanakan tugas.
Kelebihan
metode kerja kelompok
a)
Para siswa lebih aktif tergabung dalam pelajaran mereka
b)
Memungkinkan guru untuk lebih memperhatikan kemampuan para siswa
c)
Dapat memberikan kesempatan pada para siswa untuk lebih menggunakan ketrampilan
bertanya dalam membahas suatu masalah
d)
Mengembangkan bakat kepemimpinan para siswa serta mengerjakan ketrampilan
berdiskusi
Kelemahan
metode kerja kelompok
a)
Kerja kelompok terkadang hanya melibatkan para siswa yang mampu sebab mereka
cakap memimpin dan mengarahkan mereka yang kurang
b)
Keberhasilan strategi ini tergantung kemampuan siswa memimpin pok atau untuk
bekerja sendiri-sendiri
c)
Kadang-kadang menuntut pengaturan tempat duduk yang berbeda-beda dan daya guna
mengajar yang berbeda pula
7.Metode Ceramah
Metode ceramah adalah metode memberikan uraian atau
penjelasan kepada sejumlah murid pada waktu dan tempat tertentu. Dengan kata
lain metode ini adalah sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan
pengetahuan secara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti
secara pasif. Metode ini disebut juga dengan metode kuliah atau metode pidato.
Untuk bidang studi agama, metode ceramah ini masih tepat untuk dilaksanakan.
Misalnya, untuk materi pelajaran akidah.
Kelebihan
metode ceramah
a)
Materi yang diberikan terurai dengan jelas
Kekurangan
metode ceramah
a)
Guru lebih aktif sedangkan murid pasif karena perhatian hanya terpusat pada
guru saja.
b)
Murid seakan diharuskan mengikuti segala apa yang disampaikan oleh guru,
meskipun murid ada yang bersifat kritis karena guru dianggap selalu benar
8.Metode Sumbang Saran
Sumbang saran merupakan suatu cara mengajar dengan
mengutarakan suatu masalah ke kelas oleh guru kemudian siswa memjawab
mengemukakan pendapat atau jawaban dan
komentar seshingga masalah tersebut berkembang menjadi masalah baru.
Kelebihan
metode sumbang saran
a)
Susana disiplin dan demokratis dapat tumbuh
b)
Anak-anak aktif untuk menyatakan pendapatnya
c)
Melatih siswa untuk berfikir dengan cepat dan tersusun logis
d)
Merangsang siswa untuk selalu berpendapat yang berhubungan dengan masalah uang
diberikan oleh guru
e)
Terjadi persaingan yang sehat
f)
Meningkatkan partisipasi siwa dalam menerima pelajaran
g)
Siswa yang kurang aktif menapat bantuan dari temannya yang pandai atau dari
guru
Kelemahan
metode sumbang saran
a)
Guru kurang memberi waktu kepada siswa untuk berfikir yang baik
b)
Anak yang kurang selalu ketinggalan
c)
Kadang-kadang pembicaraan hanya dimonopoli oleh anak yang pandai
d)
Guru hanya menampang pendapat-pendapat tidak pernah merumuskan kesimpulan
9.Metode Unit Teaching
Metode unit teaching merupakan metode mengajar yang
memberikan kesempatan pada siswa secara aktif dan guru dapat mengenal dan
menguasai belajar secara unit.
Kelebihan
metode unit teaching
a)
Siswa dapat menggunakan sumber-sumber materi pelajaran secara luas
b)
Siswa dapat belajar keseluruhan sesuai bakat
c)
Suasana kelas lebih demokratis
Kelemahan
metode unit teaching
a)
Dalam melaksanakan unit perlu keahlian dan ketekunan
b)
Perhatian guru harus lebih banyak dicurahkan pada bimbingan kerja siswa
c)
Perencanaan unit yang tidak mudah
d)
Memerlukan ahli yang betul-betul menguasai masalah karena semua masalah yang
belum tentu dapat dijadikan unit
10. Metode Sandiwara
Metode sandiwara seperti memindahkan ‘sepenggal
cerita’ yang menyerupai kisah nyata atau situasi sehari-hari ke dalam
pertunjukkan. Penggunaan metode ini ditujukan untuk mengembangkan diskusi dan
analisa peristiwa (kasus). Tujuannya adalah sebagai media untuk memperlihatkan
berbagai permasalahan pada suatu tema (topik) sebagai bahan refleksi dan
analisis solusi penyelesaian masalah. Dengan begitu, rana penyadaran dan
peningkatan kemampuan analisis dikombinasikan secara seimbang.
11.Metode Penemuan
(Discovery)
Metode penemuan merukan proses mental dimana siswa
mampu mengasimilasikan suatu proses atau prinsip-prinsip.(Sund)
Kelebihan
metode penemuan
a)
Dapat membangkitkan kegairahan belajar pada diri siswa
b)
Teknik ini mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang dan maju
sesuai dengan kampuan masing-masing
c)
Teknik ini mampu membantu siswa mengembangkan, memperbanyak kesiapan serta
penguasaan ketrampilan dalam proses kognitif atau pengarahan siswa
d)
Siswa memperoleh pengetahuan yang bersifat sebagai sangat pribadi atau
individual sehingga dapat kokoh/mendalam tertinggal dalam jiwa siswa tersebut
Kelemahan
metode penemuan
a)
Ada yang berpendapat bahwa proses mental ini terlalu meningkatkan proses
pengertian saja
b)
Teknik ini tidak memberikan kesempatan berfikir secara kreatif
c)
Para siswa harus ada kesiapan dan kematangan mental
d)
Bila kelas terlalu besar penggunaan teknik ini kurang berhasil
e)
Bagi guru dan siswa yang sudah biasa dengan perencanaan dan pengajaran
tradisional akan kecewa bila diganti dengan teknik penemuan
12. Metode Eksperimen
Metode eksperimen merupakan salah satu cara mengajar
dimana seorang siswa diajak untuk beruji coba atau mengadakan pengamatan
kemudian hasil pengamatan itu disampaikan dikelas dan di evaluasi oleh guru.
Kelebihan
metode eksperimen
a)
Siswa terlatih menggunakan metode ilmiah dalam menghadapi segala masalah
b)
Mereka lebih aktif berfikir dan membuktikan sendiri kebenaran suatu teori
c)
Siswa dalam melaksanakan eksperimen selain memperoleh ilmu pengetahuan juga
menemukan pengalaman praktis serta ketrampilan menggunakan alat-alat percobaan
Kelemahan
metode eksperimen
a)
Seorang guru harus benar-benar menguasai materi yang diamati dan harus mampu
memanage siswanya
b)
Memerlukan waktu dan biaya yang sedikit lebih dibandingkan yang lain
13. Metode Permainan
Permainan (games), populer dengan berbagai sebutan
antara lain pemanasan (ice-breaker) atau penyegaran (energizer). Arti harfiah
ice-breaker adalah ‘pemecah es’. Jadi, arti pemanasan dalam proses belajar
adalah pemecah situasi kebekuan fikiran atau fisik peserta. Permainan juga
dimaksudkan untuk membangun suasana belajar yang dinamis, penuh semangat, dan
antusiasme. Karakteristik permainan adalah menciptakan suasana belajar yang
menyenangkan (fun) serta serius tapi santai (sersan). Permainan digunakan untuk
penciptaan suasana belajar dari pasif ke aktif, dari kaku menjadi gerak
(akrab), dan dari jenuh menjadi riang (segar). Metode ini diarahkan agar tujuan
belajar dapat dicapai secara efisien dan efektif dalam suasana gembira meskipun
membahas hal-hal yang sulit atau berat.Sebaiknya permainan digunakan sebagai
bagian dari proses belajar, bukan hanya untuk mengisi waktu kosong atau sekedar
permainan. Permainan sebaiknya dirancang menjadi suatu ‘aksi’ atau kejadian
yang dialami sendiri oleh peserta, kemudian ditarik dalam proses refleksi untuk
menjadi hikmah yang mendalam (prinsip, nilai, atau pelajaran-pelajaran).
Wilayah perubahan yang dipengaruhi 14.Metode Kasus
Metode kasus merupakan metode penyajian pelajaran
dengan memanfaatkan kasus yang ditemui anak sebagai bahan pelajaran kemudian
kasus tersebut dibahas bersama untuk mendapatkan penyelesaian atau jalan
keluar.
Kelebihan
metode kasus
a)
Siwa dapat mengetahuai dengan pengamatan yang sempurna tentang gambaran yang
nyata yang betul-betul terjadi dalam hidupnya sehingga mereka dapat mempelajari
dengan penuh perhatian dan lebih terperinci persoalannya
b)
Dengan mengamati, memikirkan, dan bertindak dalam mengatasi situasi tertentu
mereka lebih meyakini apa yang diamati dan menemukan banyak cara untuk
pengamatan dan pencarian jalan keluar itu
c)
Mendapat pengetahuan dasar atau sebab-sebab yang melandasi kasus tersebut
d)
Membantu siswa dalam mengembangkan intelektual dan ketrampilan berkomunikasi
secara lisan maupun tulisan
Kelemahan
metode kasus
a)
Guru memerlukan banyak waktu untuk mempersiapkan bahan kasus yang ditemui dan
petunjuk cara pemecahannya yang diperlukan siswa
b)
Banyak waktu yang digunakan untuk diskusi
c)
Untuk kegiatan kelompok membutuhkan fasilitas fisik yang lebih banyak
15.Metode Inquiry
Metode inquiry adalah teknik pengajaran guru didepan
kelas dimana guru membagi tugas meneliti suatu masalah ke kelas. Siswa dibagi
menjadi beberapa kelompok dan masing-masing kelompok mendapat tugas tertentu
yang harus dikerjakan. Kemudian mereka mempelajari, meneliti, dan membahas
tugasnya didalam kelompok kemudian dibuat laporan yang tersusun baik dan
kemudian didiskusikan secara luas atau melalui pleno sehingga diperoleh
kesimpulan terakhir.
Kelebihan
metode inquiry
a)
Mendorong siswa untuk berfikir dan atas inisiatifnya sendiri, bersifat
obyektif, jujur, dan terbuka
b)
Situasi proses belajar menjadi lebih merangsang
c)
Dapat membentuk dan mengembangkan sel consept pada diri siswa
d)
Membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi belajar yang baru
e)
Mendorong siswa untuk berffikir intuitif dan merumuskan hipotesanya sendiri
Kelemahan
metode inquiry
a)
Siswa perlu memerlukan waktu menggunakan daya otaknya untuk berfikir memperoleh
pengertian tentang konsep
16.Metode Microteaching
Metode microteaching merupakan suatu latihan mengajar
permulaan bagi guru atau calon guru dengan scope latihan dan audience yang
lebih kecil dan dapat dilaksanakan dilingkungan teman-teman setingkat sendiri
atau sekelompok siswa dibawah bimbingan dosen pembimbing atau guru pamong.
Kelebihan
metode microteaching
a)
Microteaching merupakan pengalaman laboratoris
b)
Microteaching dapat membantu dan menunjang pelaksanaan praktek keguruan
c)
Microteaching dapat mengurangi kesulitan pengajaran di kelas
d)
Microteaching memungkinkan ditingkatkannya pengawasan yang ketat dan evaluasi
yang mantap, teliti, dan obyektif
e)
Dengan adanya feed back dalam microteaching yang beruupa knowledge of resulte
dapat diberikan langsung secara mendalam. Diharapkan mahasiswa mempunyai bekal
yang lebih kuat, luas, dan mendalam
Kelemahan
metode microteaching
a)
Dapat menimbulkan efek departementalisasi atau ketrampilan mengajar dan bila
tidak diteruskan dengan praktek mengajar secara menyeluruh adalah rana sikap- Pengertian microteaching disalah tafsirkan
dapat hanya menitik beratkan pada ketrampilan guru sebagai pengantar saja,
bukan guru dalam arti luas
b)
Microteaching yang ideal memerlukan biaya yang banyak, peralatan mahal, dan
tenaga ahli dalam bidang teknis maupun dalam bidang pendidikan pengajaran pada
umumnya dan metodologi pengajaran pada khususnya
c)
Menuntut perencanaan, pengetahuan, dan pelaksanaan yang cermat, mendetail,
logis, dan sistematis
17. Metode Problem
Solving
Metode problem solving merupakan metode yang
merangsang berfikir dan menggunakan wawasan tanpa melihat kualitas pendapat
yang disampaikan oleh siswa. Seorang guru harus pandai-pandai merangsang
siswanya untuk mencoba mengeluarkan pendapatnya.
Kelebihan
metode problem solving
a)
Masing-masing siswa diberi kesempatan yang sama dalam mengeluarkan pendapatnya
sehingga para siswa merasa lebih dihargai dan yang nantinya akan menumbuhkan
rasa percaya diri
b)
Para siswa akan diajak untuk lebih menghargai orang lain
c)
Untuk membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan lisannya
Kelemahan
metode problem solving
a)
Karena tidak melihat kualitas pendapat yang disampaikan terkadang penguasaan
materi sering diabaikan
b)
Metode ini sering kali menyulitkan mereka yang sungkan mengutarakan pendapat
secara lisan
18.Metode Karya Wisata
Metode karya wisata merupakan metode mengajar yang
dilaksanakan dengan mengajak siswa kesuatu tempat atau obyek tertentu diluar
sekolah untuk mempelajari atau menyelidiki sesuatu.
Kelebihan
metode karya wisata
a)
Siswa dapat berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh para
petugas obyek karya wisata itu serta mengalami dan menghayati langsung
b)
Siswa dapat melihat kegiatan para petugas secara individu atau kelompok dan
menghayatinya secara langsung
c)
Siswa dapat bertanya jawab menemukan sumber informasi yang pertama untuk
memecahkan segala macam persoalan yang dihadapi
d)
Siswa memperoleh bermacam-macam pengetahuan dan pengalaman yang terintegrasi
Kelemahan
metode karya wisata
a)
Karena dilakukan diluar sekolah dan jarak yang cukup jauh maka memerlukan
transport yang mahal dan biaya yang mahal
b)
Menggunakan waktu yang lebih panjang dari pada jam sekolah
c)
Biaya yang tinggi kadang-kadang tidak terjangkau oleh siswa maka perlu bantuan
dari sekolah
19.Metode Latihan /Drill
Metode latihan merupakan metode mengajar dimana siswa
melaksanakan kegiatan latihan agar siswa memiliki ketegasan atau ketrampilan
yang lebih tinggi dari apa yang telah dipelajari.
Kelebihan
metode pelatihan
a)
Ketegasan dan ketrampilan siswa meningkat atau lebih tinggi dari apa yang telah
dipelajari
b)
Seorang siswa benar-benar memehami apa yang disampaikan
Kelemahan
metode pelatihan
a)
Dalam latihan sering terjadi cara-cara atau gerak yang tidak berubah sehingga
menghambat bakat dan inisiatif siswa
b)
Sifat atau cara latihan kaku atau tidak fleksibel maka akan mengakibatkan
penguasaan ketrampilan melalui inisiatif individu tidak akan dicapai
20. Metode Dialog
Metode dialog merupakan salah satu teknik metode
pengajaran untuk memberi motivasi pada siswa agar aktif pemikirannya untuk
bertanya selama pendengaran guru yang menyungguhkan pertanyaan-pertanyaan itu
dan siswa menjawab
Kelebihan
metode dialog
a)
Tanya jawab dapat membantu tumbuhnya perhatian siswa pada pelajaran serta
mengembangkan kemampuannya untuk menggunakan pengetahuan dan pengalaman,
sehingga pengetahuannya menjadi fungsional
b)
Siswa akan terbuka jalan pikirannya sehingga mencapai perumusan yang baik dan
tepat
Kelemahan
metode dialog
a)
Apabila motivasi kurang diberikan maka yang akan aktif hanya mereka yang pandai
menggutarakan pendapat secara lisan
b)
Sering kali melupakan tujuan yang ingin dicapai karena waktu yang disediakan
habis untuk berdebat mempertahankan pendapat
21. Metode Mengajar Non
Directive
Metode mengajar non direktive merupakan salah satu
metode mengajar dimana siswa melakukan observasi mereka sendiri mampu melakukan
analisis mereka sendiri dan mampu berfikir sendiri.
Kelebihan
metode non direktive
a)
Guru memberi permasalahan yang merangsang proses berfikir siswa sehingga obyek
belajar berkembang sesuai yang diharapkan
b)
Siswa menemukan sendiri pengetahuan yang digalinya aktif berfikir dan
menguasahi pengertian yang baik
Kelemahan
metode non direktive
a)
Terjadi perbedaan pemahaman karena tingkat intelektual dan cara berfikir siswa
berbeda
b)
Seorang guru setiap saat harus mengoreksi cara berfikir siswa agar tidak keliru
dalam memahami suatu hal nilai.
22.Metode Tanya Jawab
Metode tanya jawab merupakan cara lisan menyajikan
bahan untuk mencapai tujuan pengajaran.
Kelebihan
metode tanya jawab
a)
Guru dapat mengetahui penguasaan pelajar terhadap bahan yang telah disajikan
b)
Dapat digunakan untuk menyelidiki pembicaraan-pembicaaraan untuk menyemangatkan
pelajar
Kelemahan
metode tanya jawab
a)
Guru hanya memberikan giliran pada pelajar tertentu saja
b)
Hanya dikuasai oleh siswa yang pandai
23. Metode Katekesmus
Metode katekesmus merupakan suatu cara menyajikan
bahan pelajaran dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya sudah
ditentukan.
Kelebihan
metode katekesmus
a)
Keseragamaan dan kemurnian pengetahuan akan terjamin
b)
Memudahkan cara mengajar guru karena pelajaran telah tertulis dalam buku
Kelemahan
metode katekesmus
a)
Daya jiwa yang dikembangkan hanya ingatan atas jawaban tertentu saja
b)
Kurang memberi rangsangan pada siswa karena bahan sudah tersedia baik pada guru
maupun siswa
c)
Inisiatif para siswa terkekang
24.Metode Prileksi
Metode prileksi merupakan suatu cara menyajikan
pelajaran dengan menggunakan bahasa lisan, menyuruh para pelajar mendiskusikan,
menganalisa, membanding-bandingkan dan akhirnya menarik kesimpulan dari apa
yang disajikan untuk mencapai tujuan pengajaran.
Kelebihan
metode prileksi
a)
Pelajar dan guru sama-sama aktif
b)
Menimbulkan kompetisi yang sehat antar siswa
Kelemahan
metode prileksi
a)
Banyak waktu yang digunakan
b)
Kecekatan dan pengetahuan banyak dituntut dari guru dan siswa
25. Metode Proyek
Metode proyek adalah suatu cara menyajikan bahan
pelajaran yaitu pelajar dihadapkan kepada hal tertentu untuk mempelajari dalam
rangka mewujudkan tujuan belajar.
Kelebihan
metode proyek
a)
Pelajar menjadi aktif
b)
Terbentuk pribadi yang bulat dan harmonis
Kekurangan
metode proyek
a)
Menghabiskan banyak waktu
b)
Harus ada persiapan yang mantap
26. Metode Penyajian
Sistem Regu (Team Work)
Metode penyajian sistem regu merupakan metode
penyajian dengan seorang guru yang dibantu tenaga teknis atau team guru dalam
menjelaskan suatu persoalan atau obyek belajar. Sistem beregu ditangani lebih
dari dua orang guru.
Kelebihan
metode penyajian sistem regu
a)
Interaksi belajar mengajar akan lebih lancar
b)
Siswa memperoleh pengetahuan yang luas dan mendalam karena diberikan oleh
beberapa guru
c)
Guru lebih ringan tugas mengajarnya sehingga cukup waktu untuk menyiapkan diri
dalam membuat perencanaan
Kelemahan
metode penyajian sistem regu
d)
Bila seorang guru yang tidak mendapatkan giliran mengajar tidak memanfaatkan
waktu untuk belajar lebih lanjut atau membuat perencanaan lebih matang
27. Metode Mengajar
Berprogama
Metode mengajar berprogama adalah cara menyajikan
bahan pelajaran dengan menggunakan alat tertentu untuk mencapai tujuan
pengajaran.
Kelebihan
metode berprogama
a)
Pelajar menjadi aktif karena ikut memperagakan alat tersebut
b)
Pelajar akan cepat mengetahui hasil dan kelemahannya
Kelemahan
metode berprogama
a)
Suka menyusun programa dari setiap mata pelajaran
b)
Memproduksi alat-alat pengajar membutuhkan biaya dan tenaga yang mahal dan
banyak
c)
Teaching machine itu tidak dapat merasakan apa yang dirasakan pelajar
28. Metode Musyawarah
Metode musyawarah adalah cara menyajikan bahan
pelajaran melalui perundingan untuk mencapai musyawarah bersama.
Kelebihan
metode musyawarah
a)
Memperluas dan memperdalam pengetahuan pelajar tentang pokok yang telah
dimusyawarahkan
b)
Memupuk dan membina kerjasama serta toleransi
c)
Dapat terintegrasi mata pelajaran-mata pelajaran
d)
Mudah dilaksanakan
e)
Baik diigunakan untuk saling bertukar pikiran
Kelemahan
metode musyawarah
a)
Memakan waktu yang banyak
b)
Sukar dilaksanakan untuk pelajar yang masih duduk dikelas rendah sekolah dasar,
karena mereka belum mempunyai pengetahuan dan pengalaman yang banyak
c)
Hasil musyawarah belum tentu benar
29. Metode Mind Mapping
Pembelajaran ini sangat cocok untuk mereview
pengetahuan awal siswa. Sintaknya adalah: informasi kompetensi, sajian
permasalahan terbuka, siswa berkelompok untuk menanggapi dan membuat berbagai
alternatiu jawababan, presentasi hasil diskusi kelompok, siswa membuat
kesimpulan dari hasil setiap kelompok, evaluasi dan refleksi
Kelebihan
metode mind mapping
a) Permasalah yang disajikan terbuka
b) Siswa berkelompok untuk menanggapi
c) Dapat malatih siswa ntuk saling bekerja
sama dalam diskusi
d) Sangat cocok untuk menglang kembali
pengetahuan awal siswa
Kelemahan
metode mind mapping
a) Banyak membutuhkan waktu
b) Sulit untuk mengalokasikan waktu
c) Tuntutan bagi siswa terlalu membebani
30. Metode Quantum
Memandang pelaksanaan pembelajaran seperti permainan
musik orkestra-simfoni. Guru harus menciptakan suasana kondusif, kohesif,
dinamis, interaktif, partisipatif, dan saling menghargai. Prinsip quantum
adalah semua berbicara-bermakna, semua mempunyai tujuan, konsep harus dialami,
tiap usaha siswa diberi reward. Strategi quantum adalah tumbuhkan minat dengan
AMBak, alami-dengan dunia realitas siswa, namai-buat generalisasi sampai
konsep, demonstrasikan melalui presentasi-komunikasi, ulangi dengan Tanya
jawab-latihan-rangkuman, dan rayakan dengan reward dengan
senyum-tawa-ramah-sejuk-nilai-harapan.
Rumus quantum fisika asdalah E = mc2, dengan E =
energi yang diartikan sukses, m = massa yaitu potensi diri (akal-rasa-fisik-religi),
c = communication, optimalkan komunikasi + dengan aktivitas optimal.
Kelebihan
metode Quantum
a) Suasana yang diciptakan kondusif, kohesif,
dinamis, interaktif, partisipatif, dan saling menghargai
b) Setiap pedapat siswa sangat dihargai
c)
Proses belajarnya berjalan sangat komunikatif
Kelemahan
metode Quantum
a)
Tidak
semua guru dapat menciptakan suasana kondusif, kohesif, dinamis, interaktif,
partisipatif, dan saling menghargai
b)
Berlabiahan member reward pada siswa
31.Metode TGT (Teams
Games Tournament)
Penerapan model ini dengan cara mengelompokkan siswa
heterogen, tugas tiap kelompok bisa sama bisa berbeda. Setelah memperoleh
tugas, setiap kelompok bekerja sama dalam bentuk kerja individual dan diskusi.
Usahakan dinamikia kelompok kohesif dan kompak serta tumbuh rasa kompetisi
antar kelompok, suasana diskuisi nyaman dan menyenangkan sepeti dalam kondisi
permainan (games) yaitu dengan cara guru bersikap terbuka, ramah , lembut,
santun, dan ada sajian bodoran. Setelah selesai kerja kelompok sajikan hasil
kelompok sehingga terjadi diskusi kelas.
Jika waktunya memungkinkan TGT bisa dilaksanakan dalam
beberapa pertemuan, atau dalam rangaka mengisi waktu sesudah UAS menjelang
pembagian raport. Sintaknya adalah sebagai berikut:
1).
Buat kelompok siswa heterogen 4 orang kemudian berikan informasi pokok materi
dan mekanisme kegiatan
2).
Siapkan meja turnamen secukupnya, missal 10 meja dan untuk tiap meja ditempati
4 siswa yang berkemampuan setara, meja I diisi oleh siswa dengan level
tertinggi dari tiap kelompok dan seterusnya sampai meja ke-X ditepati oleh
siswa yang levelnya paling rendah. Penentuan tiap siswa yang duduk pada meja
tertentu adalah hasil kesewpakatan kelompok.
3).
Selanjutnya adalah opelaksanaan turnamen, setiap siswa mengambil kartu soal
yang telah disediakan pada tiap meja dan mengerjakannya untuk jangka waktu
terttentu (misal 3 menit). Siswa bisda nmngerjakan lebbih dari satu soal dan
hasilnya diperiksa dan dinilai, sehingga diperoleh skor turnamen untuk tiap
individu dan sekaligus skor kelompok asal. Siswa pada tiap meja tunamen sesua
dengan skor yang dip[erolehnay diberikan sebutan (gelar) superior, very good,
good, medium.
4).
Bumping, pada turnamen kedua ( begitu juga untuk turnamen ketiga-keempat dst.),
dilakukan pergeseran tempat duduk pada meja turnamen sesuai dengan sebutan
gelar tadi, siswa superior dalam kelompok meja turnamen yang sama, begitu pula
untuk meja turnamen yang lainnya diisi oleh siswa dengan gelar yang sama.
5).
Setelah selesai hitunglah skor untuk tiap kelompok asal dan skor individual,
berikan penghargaan kelompok dan individual.
Kelebihan
metode TGT (Teams Games Tournament)
a) Siswa untuk bekerjasama dalam kelompok
diskusi
b) Suasana belajar nyaman, menyenagkan dan
kondusif
c)
Tercipta suasana kompetisi antara kelompok diskusikecil
Kelemahan
metode TGT (Teams Games Tournament)
a) Tidak efisien waktu
b) Hanya dilaksanakan pada luang waktu
selasai UAS
c)
Belajarnya kurang efektif karena hanya bersifat games
32. Metode Reciprocal
Learning
Weinstein & Meyer (1998) mengemukakan bahwa dalam
pembelajaran harus memperhatikan empat hal, yaitu bagaimana siswa belajar,
mengingat, berpikir, dan memotivasi diri. Sedangkan Resnik (1999) mwengemukan
bahwa belajar efektif dengan cara membaca bermakna, merangkum, bertanya,
representasi, hipotesis.
Untuk mewujudkan belajar efektif, Donna Meyer (1999)
mengemukakan cara pembelajaran resiprokal, yaitu: informasi, pengarahan,
berkelompok mengerjakan LKSD-modul, membaca- merangkum.
.Kelebihan
metode reciprocal learning
a) Mengedepankan bagaimana belajar yang
efektif
b)
Menekankan pada siswa bagaimana siswa itu belajar, mengingat, berpikir, dan
memotivasi diri
Kekurangan
metode reciprocal learning
a) Komunikasi kurang terjalin
b)
Terlalu berpusat pada siswa
33. Metode Diskusi
Metode diskusi adalah suatu cara mengajar dengan cara
memecahkan masalah yang dihadapi, baik dua orang atau lebih yang masing-masing
mengajukan argumentasinya untuk memperkuat pendapatnya.
Tujuan
metode ini adalah
1).
Memotivasi atau memberi stimulasi kepada siswa agar berfikir kritis,
mengeluarkan pendapatnya, serta menyumbangkan pikiran-pikirannya.
2).
Mengambil suatu jawaban actual atau satu rangkaian jawaban yang didasarkan atas
pertimbangan yang saksama
Macam-macam
diskusi yaitu
-Diskusi
Publik
-Diskusi
Fish Bowl
-Diskusi
Panel
-Diskusi
Simposium
-Diskusi
Kolokium
Kelebihan
metode Diskusi
a) Terjadi interaksi yang tinggi antara
komunikator dan komunikan
b) Dapat membantu siswa untuk berfikir lebih
kritis
c)
Memotivasi atau memberi stimulasi kepada siswa agar berfikir kritis,
mengeluarkan pendapatnya, serta menyumbangkan pikiran-pikiranny
Kekurangan
metode Diskusi
a) Alokasi waktu yang sulit karena banyak
memakan waktu
b)
Tidak semua argument bias dilayani atau di ajukan untuk dijawab
34. Metode Penugasan
Suatu cara mengajar dengan cara memberikan sejumlah
tugas yang diberikan guru kepada murid dan adanya pertanggungjawaban terhadap
hasilnya. Tugas tersebut dapat berupa
1).
Mempelajari bagian dari suatu teks buku
2).
Melaksanakan sesuatu yang tujuannya untuk melatih kecakapannya
3).
Melaksanakan eksperimen
4).
Mengatasi suatu permasalahan tertentu
5).
Melaksanakan suatu proyek
Kelebihan
metode penugasan
a) Melatih siswa untuk menjadi tangungjawab
b)
Melatih siswa untuk bias belajar mandiri
Kekurangan
metode penugasan
a) Kadang siswa kurang memahami tugas yang
diberikan guru
b)
Membutuhkan waktu relative lama
35. Metode Praktek
Metode mendidik dengan memberikan materi pendidikan
baik menggunakan alat atau benda dengan harapan anak didik mendapatkan
kejelasan dan kemudahan dalam mempraktekan materi yang dimaksud.
Kelebihan
metode Praktek
a) Siswa lebih mudah mengerti dan memahami
b)
Siswa bisa langsung mempraktekan setelah mensdapatkan teori
Kekurangan
metode Praktek
a) Ketidakkesediaan alat peraga atou prasana
yang mendukung
b)
Biasanya membutuhkan biaya lab. Yang mahal
36. Metode Koperatif (CL,
Cooperative Learning).
Koperatif sesuai dengan fitrah manusia sebagai makhluk
sosial yang penuh ketergantungan dengan otrang lain, mempunyai tujuan dan
tanggung jawab bersama, pembegian tugas, dan rasa senasib. Dengan memanfaatkan
kenyatan itu, belajar berkelompok secara koperatif, siswa dilatih dan
dibiasakan untuk saling berbagi (sharing) pengetahuan, pengalaman, tugas,
tanggung jawab. Saling membantu dan berlatih
berinteraksi-komunikasi-sosialisasi karena koperatif adalah miniature dari
hidup bermasyarakat, dan belajar menyadari kekurangan dan kelebihan
masing-masing.
Jadi model pembelajaran koperatif adalah kegiatan
pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerja sama saling membantu
mengkontruksu konsep, menyelesaikan persoalan, atau inkuiri. Menurut teori dan
pengalaman agar kelompok kohesif (kompak-partisipatif), tiap anggota kelompok
terdiri dari 4 – 5 orang, siswa heterogen (kemampuan, gender, karekter), ada
control dan fasilitasi, dan meminta tanggung jawab hasil kelompok berupa
laporan atau presentasi.
Sintaks pembelajaran koperatif adalah informasi,
pengarahan-strategi, membentuk kelompok heterogen, kerja kelompok, presentasi
hasil kelompok, dan pelaporan.
Kelebihan
metode Koperatif (CL, Cooperative Learning)
a)
Mendorong
siswa untuk berfikir dan atas inisiatifnya sendiri, bersifat obyektif, jujur,
dan terbuka
b)
Situasi
proses belajar menjadi lebih merangsang
c) Dapat membentuk dan mengembangkan sel
consept pada diri siswa
d)
Membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi belajar yang baru
Kekurangan
metode Koperatif (CL, Cooperative Learning)
a)
Siswa perlu memerlukan waktu menggunakan daya otaknya untuk berfikir memperoleh
pengertian tentang konsep
37. Metode Berbasis
Masalah (PBL, Problem Based Learning)
Kehidupan adalah identik dengan menghadapi masalah.
Model pembelajaran ini melatih dan mengembangkan kemampuan untuk menyelesaikan
masalah yang berorientasi pada masalah otentik dari kehidupan aktual siswa,
untuk merangsang kemamuan berpikir tingkat tinggi. Kondisi yang tetap harus
dipelihara adalah suasana kondusif, terbuka, negosiasi, demokratis, suasana
nyaman dan menyenangkan agar siswa dapat berpikir optimal.
Indikator model pembelajaran ini adalah metakognitif,
elaborasi (analisis), interpretasi, induksi, identifikasi, investigasi,
eksplorasi, konjektur, sintesis, generalisasi, dan inkuiri
Kelebihan
metode Berbasis masalah (PBL, Problem Based Learning)
a) siswa untuk berlatih menyelesaikan masalh
dalam kehidupan sehari- hari
b) Merangsang kemamuan berpikir tingkat
tinggi siswa
c)
Suasana kondusif, terbuka, negosiasi, demokratis, suasana nyaman dan
menyenangkan agar siswa dapat berpikir optimal
Kekurangan
metode Berbasis masalah (PBL, Problem Based Learning)
b)
Sulitnya membentuk watak siswa dan pembiasaan tingkah laku
38. Merode SAVI
Pembelajaran SAVI adalah pembelajaran yang menekankan
bahwa belajar haruslah memanfaatkan semua alat indra yang dimiliki siswa.
Istilah SAVI sendiri adalah kependekan dari: Somatic yang bermakna gerakan
tubuh (hands-on, aktivitas fisik) di mana belajar dengan mengalami dan
melakukan; Auditory yang bermakna bahwa belajar haruslah dengan melaluui
mendengarkan, menyimak, berbicara, presentasi, argumentasi, mengemukakan
penndepat, dan menanggapi; Visualization yang bermakna belajar haruslah
menggunakan indra mata melalui mengamati, menggambar, mendemonstrasikan,
membaca, menggunakan media dan alat peraga; dan Intellectualy yang bermakna
bahwa belajar haruslah menggunakan kemampuan berpikir (minds-on) belajar
haruslah dengan konsentrasi pikiran dan berlatih menggunakannya melalui
bernalar, menyelidiki, mengidentifikasi, menemukan, mencipta, mengkonstruksi,
memecahkan masalah, dan menerapkan.
39. Metode Pemberian
Tugas
Metode pemberian tugas adalah cara mengajar atau
penyajian materi melalui penugasan siswa untuk melakukan suatu pekerjaan.
Pemberian tugas dapat secara individual atau kelompok. Pemberian tugas untuk
setiap siswa atau kelompok dapat sama dan dapat pula berbeda.
Agar
pemberian tugas dapat menunjang keberhasilan proses pembelajaran, maka
1).Tugas
harus bisa dikerjakan oleh siswa atau kelompok siswa
2).Hasil
dari kegiatan ini dapat ditindaklanjuti dengan presentasi oleh siswa dari satu
kelompok dan ditanggapi oleh siswa dari kelompok yang lain atau oleh guru yang
bersangkutan, serta
3).Di
akhir kegiatan ada kesimpulan yang didapat.
40. Metode Problem
Terbuka (OE, Open Ended)
Pembelajaran dengan problem (masalah) terbuka artinya
pembelajaran yang menyajikan permasalahan dengan pemecahan berbagai cara
(flexibility) dan solusinya juga bisa beragam (multi jawab, fluency).
Pembelajaran ini melatih dan menumbuhkan orisinilitas ide, kreativitas,
kognitif tinggi, kritis, komunikasi-interaksi, sharing, keterbukaan, dan
sosialisasi. Siswa dituntuk unrtuk berimprovisasi mengembangkan metode, cara,
atau pendekatan yang bervariasi dalam memperoleh jawaban, jawaban siswa
beragam. Selanjutynya siswa juga diminta untuk menjelaskan proses mencapai
jawaban tersebut. Denga demikian model pembelajaran ini lebih mementingkan
proses daripada produk yang akan membentiuk pola pikir, keterpasuan,
keterbukaan, dan ragam berpikir.
Sajian masalah haruslah kontekstual kaya makna secara
matematik (gunakan gambar, diagram, table), kembangkan permasalahan sesuai
dengan kemampuan berpikir siswa, kaitakkan dengan materui selanjutnya, siapkan
rencana bimibingan (sedikit demi sedikit dilepas mandiri).
Sintaknya adalah menyajikan masalah, pengorganisasian
pembelajaran, perhatikan dan catat respon siswa, bimbingan dan pengarahan,
membuat kesimpulan.
Kelebihan
metode Problem Terbuka (OE, Open Ended):
·
melatih
dan menumbuhkan orisinilitas ide, kreativitas, kognitif tinggi, kritis,
komunikasi-interaksi, sharing, keterbukaan, dan sosialisas
·
Siswa
dituntuk unrtuk berimprovisasi mengembangkan metode, cara, atau pendekatan yang
bervariasi dalam memperoleh jawaban, jawaban siswa beragam
Kekurangan
metode Problem Terbuka (OE, Open Ended)
·
Terlalu
mementingkan proses daripada produk yang akan membentiuk pola pikir,
keterpasuan, keterbukaan, dan ragam berpikir.
41. Metode Eksperimen
Metode eksperimen adalah suatu cara pengelolaan
pembelajaran di mana siswa melakukan aktivitas percobaan dengan mengalami dan
membuktikan sendiri suatu yang dipelajarinya. Dalam metode ini siswa diberi
kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri dengan mengikuti
suatu proses, mengamati suatu obyek, menganalisis, membuktikan dan menarik
kesimpulan sendiri tentang obyek yang dipelajarinya. Di dalam TIK, percobaan
banyak dilakukan pada pendekatan pembelajaran analisis sistem terhadap produk
teknik atau bahan.
Percobaan dapat dilakukan melalui kegiatan individual
atau kelompok. Hal ini tergantung dari tujuan dan makna percobaan atau jumlah
alat yang tersedia. Percobaan ini dapat dilakukan dengan demonstrasi, bila alat
yang tersedia hanya satu atau dua perangkat saja.
42. Metode
Tutorial/Bimbingan
Metode tutorial adalah suatu proses pengelolaan
pembelajaran yang dilakukan melalui proses bimbingan yang diberikan/dilakukan
oleh guru kepada siswa baik secara perorangan atau kelompok kecil siswa.
Disamping metoda yang lain, dalam pembelajaran Pendidikan Teknologi Dasar,
metoda ini banyak sekali digunakan, khususnya pada saat siswa sudah terlibat
dalam kerja kelompok.
Peran guru sebagi fasilitator, moderator, motivator
dan pembimbing sangat dibutuhkan oleh siswa untuk mendampingi mereka membahas
dan menyelesaikan tugas-tugasnya
Penyelenggaraan
metoda tutorial dapat dilakukan seperti contoh berikut ini:
1)
Misalkan sebuah kelas dalam bahan ajar Pengerjaan Kayu 2, jam pelajaran pertama
digunakan dalam bentuk kegiatan klasikal untuk menjelaskan secara umum tentang
teori dan prinsip.
2)
Kemudian para siswa dibagi menjadi empat kelompok untuk membahas pokok bahasan
yang berbeda, selanjutnya dilakukan rotasi antar kelompok.
3)
Sementara para siswa mempelajari maupun mengerjakan tugas-tugas, guru
berkeliling diantara para siswa, mendengar, menjelaskan teori, dan membimbing
mereka untuk memecahkan problemanya.
4)
Dengan bantuan guru, para siswa memperoleh kebiasaan tentang bagaimana mencari
informasi yang diperlukan, belajar sendiri dan berfikir sendiri.
43. Dua Tinggal Dua Tamu
Teknik belajar dua tinggal dua tamu dan bisa digunakan
bersama dengan teknik kepala nomor. Struktur dua tinggal dua tamu memberi
kesempatan kepada kelompok untuk membagikan hasil dan informasi dengan kelompok
lain.
Langkah-langkahnya
:
1).Siswa
dibagi ke dalam beberapa kelompok berempat
2).Siswa
bekerja sama dalam kelompok tersebut
3).Setelah
selesai, dua orang dari masing-masing kelompok bertamu ke dua kelompok lain
4).Dua
orang yang tinggal dalam kelompok bertugas membagikan hasil kerja dan informasi
mereka ke tamu
5).Tamu
kembali ke kelompok mereka sendiri dan melaporkan temuan mereka dari kelompok
lain
6).Kelompok
mencocokkan dan membahas hasil-hasil kerja mereka
44. Metode Karyawisata
(Field-Trip)
Karyawisata dalam arti metode mengajar mempunyai arti
tersendiri, berbeda dengan karyawisata dalam arti umum. Karyawisata di sini
berarti kunjungan ke luar kelas dalam rangka belajar. Contoh: Mengajak siswa ke
gedung pengadilan untuk mengetahui system peradilan dan proses pengadilan,
selama satu jam pelajaran. Jadi, karyawisatadi atas tidak mengambil tempat yang
jauh dari sekolah dan tidak memerlukan waktu yang lama. Karyawisata dalam waktu
yang lama dan tempat yang jauh disebut study tour.
Langkah-
langkah Pokok dalam Pelaksanaan Metode Karyawisata
·
Perencanaan
Karyawisata
·
Merumuskan
tujuan karyawisata.
·
Menetapkan
objek kayawisata sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.
·
Menetapkan
lamanya karyawisata.
·
Menyusun
rencana belajar bagi siswa selama karyawisata.
·
Merencanakan
perlengkapan belajar yang harus disediakan.
2).Pelaksanaan
Karyawisata
Fase ini adalah pelaksanaan kegiatan belajar di tempat
karyawisata dengan bimbingan guru. Kegiatan belajar ini harus diarahkan kepada
tujuan yang telah ditetapkan pada fase perencanaan di atas.
3).Tindak
Lanjut
Pada akhir karyawisata siswa diminta laporannya baik
lisan maupun tertulis, mengenai inti
45. Metode Curah Pendapat
Metode curah pendapat adalah suatu bentuk diskusi
dalam rangka menghimpun gagasan, pendapat, informasi, pengetahuan, pengalaman,
dari semua peserta. Berbeda dengan diskusi, dimana gagasan dari seseorang dapat
ditanggapi (didukung, dilengkapi, dikurangi, atau tidak disepakati) oleh
peserta lain, pada penggunaan metode curah pendapat pendapat orang lain tidak
untuk ditanggapi. Tujuan curah pendapat adalah untuk membuat kompilasi
(kumpulan) pendapat, informasi, pengalaman semua peserta yang sama atau
berbeda. Hasilnya kemudian dijadikan peta informasi, peta pengalaman, atau peta
gagasan (mindmap) untuk menjadi pembelajaran bersama.
46. Metode E-Learning
Metode Pembelajaran Berbasis E-learning adalah
Kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan jaringan (Internet, LAN, & WAN)
sebagai media penyampaian, interaksi, dan fasilitas.
Kelebihan
Metode Pembelajaran Berbasis E-learning
·
Proses
pembelajaran tidak terbatas pada waktu dan tempat
·
Penyampaian
materi dapat dilakukan secara lebih jelas dan setiap waktu
·
Pengerjaan
tugas yang lebih singkat dan cenderung berkembang
·
Acuan
materi yang tak terbatas
Kelemahan
Metode Pembelajaran Berbasis E-learning
·
Interaksi
dalam pembelajaran sangat minim
·
Sosialisasi
antar siswa terbatas.(hanya lewat tulisan, audio dan video / tidak bertemu
langsung)
BAB
III
PENUTUP
KESIMPULAN
Metode
pendidikan secara umum dapat dikemukakan sebagai mediator pelaksanaan
operasional pendidikan. Secara khusus biasanya metodologi pendidikan
berhubungan dengan tujuan dan materi pendidikan dan juga dengan kurikulum.
Dengan bertolak pada dua pendekatan ini dapat dikatakan bahwa metode berfungsi
mengantarkan pada suatu tujuan kepada obyek sasaran tersebut. Metode Pembelajaran sangatlah penting
dalam berlangsungnya proses belajar mengajar.
SARAN
Mengingat
pentingnya metode pendidikan dalam berlangsungnya proses pendidikan. Maka guru seharusnya
lebih cermat dalam memilih metode yang akan digunakan dalam kegiatan belajar
mengajar. Metode yang digunakan juga harus disesuaikan dengan tujuan yang
hendak dicapai dari proses pendidikan tersebut.
DAFTAR PUSTAKA

No comments:
Post a Comment