Tuesday, January 3, 2017

PEMANFAATAN TEKNOLOGI KOMPUTER DALAM PELAKSANAAN UNIAN NASIONAL

Pemanfaatan Teknologi Komputer Dalam Pelaksanaan Ujian Nasional
Moh Agus Riawan
Kurikulum dan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang
Abstract
The development of information technology has touched almost all sectors . This requires improvement of performance in terms of both effectiveness and efficiency . One of the sectors which are the important things to note is the performance improvement of the education sector . With the development of information technology today demand a testing system that is effective and efficient and able to do the testing quickly, accurately and facilitate the testing and assessment itself . It is hoped all the obstacles encountered when running a manual way can be reduced or even eliminated.

Keywords: CBT; Effective;Online

Abstrak
Perkembangan teknologi informasi telah menyentuh hampir semua sektor. Hal inimenuntut peningkatkan kinerja baik dari segi efektifitas dan efesiensi. Salah satu sektoryang menjadi hal penting untuk diperhatikan peningkatan kinerja ialah sektor pendidikan.Dengan Perkembangan teknologi informasi saat ini menuntut suatu sistem pengujianyang efektif dan efisien serta mampu melakukan pengujian secara cepat, tepat danmemudahkan dalam melakukanpengujian serta penilaian itu sendiri. Diharapkan semuakendala yang ditemui pada saat menjalankan cara manual dapat diperkecil atau bahkandihilangkan.

Kata Kunci : CBT; efektif; online

Pendahuluan
Ujian nasional menimbulkan banyak permasalahan dalam pelaksanaannya. Bahkan tiada hari tanpa masalah, dan sepertinya pantas kalau ujian nasional dikatakan kacau balau. Betapa tidak karut marut ini mulai terjadi sejak proses pengandaan naskah soal, pendistribusian naskah soal, sampai pada pengerjaan oleh siswa peserta ujian di kelas. Bahkan akan sampai pada pemeriksaan atau proses pemindaian hasil ujian pada LJUN.Proses penggandaan bermasalah dengan terlambatnya penyelesaian dari pihak percetakan untuk 11 propinsi yakni pada wilayah bagian tengah Indonesia.

Untuk masalah ini terjadi saling tuding dari pihak percetakan, Kemdikbud, BSNP, dan pengawas perguruan tinggi. Namun pak Menteri Dikbud (Prof. M. Nuh) menyatakan orang yang paling bertanggung jawab terhadap masalah UN, meski enggan mundur karena hal itu.

Mengatasi problem pendistribusian soal ke pelosok daerah, terpaksa presiden turun tangan menginstruksikan TNI dan Polri untuk mengerahkan segala kemampuan untuk membantu distribusi soal. Tak tanggung-tanggung TNI melibatkan pesawat hercules dan foker untuk mengangkut soal ke 11 propinsi tujuan, bahkan sampai disertai dengan pengawalan Pak Wamendikbud. Sedangkan polri terlibat langsung dalam pengawalan naskah soal sampai ke kabupaten. Namun karena persebaran sekolah yang beragam, maka sekolah yang terletak jauh di pelosok atau terpencil menjadi tambah terlambat. Bahkan beberapa sekolah di Luwu Sulawesi Selatan (Bastem) dan di Kolaka Utara harus mengerjakan soal ujian pada malam hari dengan penerangan lampu minyak.

Ketika pengerjaan soal berlangsung ternyata masih banyak pula masalah yang di alami oleh siswa dan panitia penyelenggara sekolah. Beberapa sekolah tidak mendapatkan jatah soal UN, Soal tidak cukup untuk semua peserta, dan kertas LJUN yang tipis sehingga mudah sobek. Ketika naskah soal tidak tersedia dan/atau soal tidak cukup, panitia terpaksa berinisiatif untuk mengadakan naskah soal dan LJUN dengan memfoto kopi sendiri untuk sejumlah siswa di sekolahnya.Problem naskah soal dan LJUN yang foto copy-an ini lah yang akan menimbulkan masalah lanjutan pada proses pemeriksaan hasil ujian. LJUN foto copy-an hanya berupa LJUN sementara, dan petugas teknis harus memindahkan data dan jawaban siswa pada LJUN sementara ke LJUN komputer yang semestinya. LJUN komputer/LJK yang digunakan harus disesuaikan dengan barcode soal yang digunakan siswa dalam UN. Oleh karena itu, prosesnya akan butuh waktu lebih lama atau yang lebih mudah dilakukan dengan cara manual.

Sebagaimana telah ditetapkan oleh BSNP bahwa untuk menjaga keotentikan hasil ujian nasional, maka naskah soal dan LJUN memiliki barcode yang sama. LJUN-pun menyatu dengan naskah soal. Ketika siswa hendak mengerjakan ujian, terlebih dahulu harus memisahkan LJUN dari naskah soal agar tidak kusut atau rusak. Namun sebuah kasus kecerbohan pengawas terjadi pada sebuah sekolah penyelenggara ujian nasional. Kasusnya terjadi di SMAN 1 Towuti Kabupaten Luwu timur Sulawesi selatan, di mana guru pengawas ruang ujian memisahkan naskah soal dan LJUN sebelum dibagikan ke siswa. LJUN lalu dibagi secara acak dalam satu ruangan. Problemnya ketika membagi soal, guru pengawas kebingungan berdua dalam ruangan ujian. Mengetahui kasus ini, ketua panitia penyelenggara yang juga berperan sebagai ketua subra dan kepala sekolah (Adam, S.Pd.) mengalami kepanikan. Beruntung kelebihan soal dari ruangan ujian lain di sekolah itu, cukup untuk peserta ujian di ruang bermasalah tadi.

Pro kontra dalam Ujian Nasional terjadi disebabkan rasa kecewa masyarakat yang menilai pemerintah tidak konsisten, karena dengan Ujian Nasional tetap dijadikan sebagai faktor penentu kelulusan siswa ketimbang sarana pemetaan standar mutu pendididkan di Indonesia.Dari tahun ke tahun standar kelulusan terus meningkat belum diimbangi dengan pemerataan fasilitas pendidikan di beberapa daerah secara tidak langsung membuat siswa mengalami kesulitan untuk memenuhi target yang ada. Sehingga tidak sedikit siswa terpaksa harus mengulang, disebabkan nilainya kurang memenuhi standar.

Permasalahan utama yang dihadapi pelaksanaan UN CBT adalah kurangnya sarana dan prasarana sekolah - sekolah, sertasertifikasi keahlian dari guru-guru sekolah tersebut. Artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terhadap masyarakat tentang pelaksanaan ujian nasional secara efektif, efisien, baik, dan terarah.

Hasil dan Pembahasan
Berdasarkan artikel dan jurnal yang saya baca, terdapat berbagai macam permasalahan yang memang tidak mudah untuk dihadapi. Namun dari pihak pelaksana UN CBT ini, dapat diminimalisir madalah-masalah tersebut. Salah satu masalah tersebut adalah (a) Percetakan salah perhitungan. Sebanyak 11 daerah terpaksa tidak bisa mengikuti ujian secara serentak. Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M Nuh, penyebabnya karena satu dari enam perusahaan percetakan yang mencetak soal-soal ujian belum menyelesaikan pekerjaan. Perusahaan itu PT Ghalia Indonesia Printing. Direktur PT Ghalia, Hamzah Lukman mengakui masalah itu. Menurut dia, perusahaan kewalahan karena dan salah perhitungan. Soal-soal sudah selesai dicetak, tetapi perusahaan terlambat memasukkan soal ke kotak yang akan didistribusikan. (b) Ditribusi tidak merata. Ujian nasional seharusnya dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Namun tahun ini hal itu tidak bisa dilakukan karena masalah teknis pada perusahaan percetakan. Karena satu dari enam perusahaan percetakan yang mencetak soal UN belum memasukkan soal ke kotak, maka distribusi soal terlambat dikirim ke daerah-daerah. Daerah-daerah itu di antaranya Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. (c) Jadwal ujian mundur. Rentetan persoalan itu berujung pada penundaan pelaksanaan UN. Setidaknya siswa sekolah di 11 daerah wilayah Indonesia Timur, seharusnya melaksanakan ujian serentak pada hari ini, Senin, 15 April, terpaksa ditunda hingga hari Selasa, 16 April 2013. Masalah ini tentu membingungkan siswa. Apalagi tidak semua siswa tahu ada penundaan jadwal ujian. Misalnya siswa di Palu, Sulawesi Tengah. Mereka tetap hadir ke sekolah tepat waktu meski UN tingkat SLTA diundur.kebanyakan siswa tidak mengetahui bahwa UN diundur karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya. (d) Kekurangan soal. Kasus UN lebih menyedihkan lagi. Bagaimana bisa, jumlah soal mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kurang. Apalagi, kekurangan itu baru diketahui pada saat pembagian soal di kelas. "Ada kekurangan lima sampul soal, diperkirakan satu sampul berisi 20 soal, berarti ada sekitar 100 soal yang kurang," kata Kepala Bidang Sekolah Menengah Atas pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, kepada Antara di Pekanbaru, Senin. Menurut Jamal, ternyata isi soal tidak sesuai dengan jumlah yang tertera dalam sampul. Untuk mengantisipasi kendala kekurangan soal yang cukup banyak itu, panitia terpaksa melakukan penggandaan. "Kami terpaksa foto kopi soal karena tidak ada solusi lain, dan itu diperbolehkan sesuai dengan petunjuk dari perguruan tinggi yang mengawasi UN," katanya. (e) Lembar Jawaban Ujian Nasional Kurang. Selain Soal Ujian Nasional kurang ternyata di Kabupaten Murung Raya Provinsi Kalimantan tengah mengalami kekurangan LJUN saat pelaksanaan Ujian Nasional yang berlangsung. Alangkah sedihnya nasib para siswa-siswi mereka yang kekurangan LJUN itu.Terpaksa untuk menyikapi masalah tersebut pihak pengawas foto copi LJUN karena tidak ada solusi lain.
Selain dari permasalahan-permasalahan tersebut, di dalam artikel yang saya baca juga membahas sebab-sebab sekolah tidak menerapkan system ujian CBT ini. Sebab-sebab itu antara lain, (a) Memiliki komputer minimal satu pertiga dari jumlah peserta ujian. Komputer merupakan syarat pertama dan utama yang harus dipenuhi oleh sekolah-sekolah yang menerapkan system ujian CBT. Namun juga harus diimbangi dengan spesifikasi komputer yang baik dan layak untuk digunakan ujian. Karena pelaksanaan ujian CBT ini dibagi menjadi tiga sesi, maka jumlah komputer yang harus dimiliki sekolah tersebut tidak kurang dari satu pertiga dari jumlah peserta ujian. (b) Didukung jaringan internet yang kuat. Jaringan internet merupakan sebagai penghubung dari komputer cient ke computer server. Fungsinya sebagai sarana untuk menerima data yang telah dikirim. Semakin baik suatu jaringan, maka semakin baik pula proses penerimaan datanya. (c) Server yang bagus. Server adalah computer sentral yang menangani kumpulan data (database) dan memberikan layanan terhadap komputer klient. Cara kerja server sebagai media penyimpanan data dari komputer klient, pencetakan dokumen, server dapa dikatakan sebagai pusat data  dan memberikan layanan, berupa koneksi ataupun layanan yang lain ke komputer klien. Yang artinya dengan adanya server, pelaksanaan UN CBT menjadi lebih menghemat penggunaan listrik dan penggunaan data.
Gagasan
Ujian Nasional (UN) tahun 2013 saat ini sedang berlangsung dengan berbagai permasalahan yang dihadapi. Secara logis seharusnya hal ini tidak perlu terjadi karena UN adalah kegiatan yang setiap dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Setiap tahun yang menjadi permasalahan utama adalah masalah  kebocoran soal, beredarnya kunci jawaban, dan masalah kelulusan. Tetapi tahun ini masalah terbesar yang muncul adalah keterlambatan ujian akibat cetak dan distribusi soal ke lokasi ujian, masalah kualitas lembar jawaban. Pemerintah diminta menerapkan kebijakan 100 persen lulus kepada seluruh peserta ujian nasional (UN) 2013 akibat karut-marutnya pelaksanaan UN Presiden harus meminta Menteri Pendidikan mundur karena menteri tidak mau mengundurkan diri. Kalau masih belum ada kesadaran, Presiden harus melakukan berbagai cara agar menteri itu mundur, baik dengan cara terhormat atau tidak. Sebagai orang yang terlibat langsung dalam dunia pendidikan mencoba belajar dan mengambil hikmah dari masalah yangg terjadi saatini. Perencanaan yang baik, akan mendapatkan hasil yang baik jika rencana tersebut dilaksanakan sebagaimana mestinya. Namun dibalik rencana ada kondisi tertentu diluar kuasa dan pengendalian seseorang. Apapun yg terjadi harus diterima sebagai kenyataan yang baik maupun yang buruk. Kenyataan harus dihadapi, kita boleh bersedih karena masalah dihadapi tapi jangan terlalu terlena dengan masalah tersebut apalagi sibuk mencari kambing hitam atau menyalahkan orang lain. Wacana system online merupakan salah satusolusi untuk mengatasi masalah pelaksanaan ujian nasional.


Kesimpulan
Dari berbagai uraian dan penjelasan di atas, saya dapat menyimpulkan bahwa, Ujian Nasional harus lebih dikaji untuk ke masa yang akan datang. Persiapan Ujian Nasional harus benar-benar dipersiapkan secara sistematis dan terkontrol agar pendistribusian soal, kekurangan Soal, dan LJUN yang kurang tidak terjadi lagi.Distribusi soal yg dilakukan secara fisik dari pusat ke daerah merupakan salah satu kendala besar yang dihadapi dan perlu biaya transportasi dan pengawalan yang luar biasa besar. Hal ini sesungguhnya dapat dipercepat metode distribusinya dengan cara memanfaatkan teknologi informasi baik pendistribusian secara fisik maupun distribusi secara digital atau pihak pemerintah mempercayakan provinsi untuk mencetak soal-soal tersebut dengan memberikan dokumen asli kepada provinsi, provinsi yang mengelola pendistribusian soal dan LJUN tersebut sehingga masing-masing provinsi lebih meningkatkan efesiensinya untuk kelancaran ujian nasional disekolah-sekolah diprovinsi mereka masing-masing.
Ucapan Terimakasih
Sebagai tanda kebahagiaan atas terselasainya tugas jurnal ini, penulis mengucapkan terimakasih kepada, Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan kekuatan sehingga penulis dapat menyelesaikan jurnal ini. Orang tua, yang selalu mendukung dan memberikan semangat. Teman-teman, yang bersedia membantu penulis dikala penulis merasa kesulitan dalam menyelesaikan jurna lini.
Daftar Pustaka : 
http://m.tempo.co/read/kolom/2015/04/14/2055/Ujian-Nasional-Berbasis -Komputer
http://komputermesh.blogspot.co.id/2014/12/pengertian-server-dan-cara-ker (komputermesh, 2014)ja-server.html?m=1


No comments:

Post a Comment

MAKALAH KEGIATAN INTRUKSIONAL BERBASIS KOMPETENSI

  MAKALAH KEGIATAN INTRUKSIONAL BERBASIS KOMPETENSI Disusun guna memenuhi tugas Mata Kuliah Desain Instruksional Ol...