KOMPONEN MANAJEMEN PENDIDIKAN
Oleh kelompok 2:
Yoga Pratama 1102415008
Sugeng Riyanto 1102415012
Siti faizzatul Munawaroh 1102415025
Herlina RetnoWulandari 1102415026
JURUSAN KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2016
BAB I
PENADAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Manajemen sebagai ilmu yang dibutuhkan oleh manusia
sebagai tatanan di dalam kehidupan baik secara individu maupun kelompok. Manajemen
sebagai kolektifitas orang-orang yang melakukan aktifitas manajemen yang
merupakan ilmu perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian sumber daya
untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.
Bidang pendidikan termasuk rumpun ilmu perilaku, khususnya suatu rumpun ilmu yang
mengkaji aktivitas manusia. Dalam kaitan ini, lingkup kajian aktivitas manusia
sangatlah luas, yakni mencakup aktivitas manusia sebagai individu atau
kelompok, sebagai kesatuan etnis, bangsa atau ras,dalam lingkup geografis,
administratif atau sosial budaya, dalam satuan organisasi, institusi
pemerintahan, berkenaan dengan kegiatan ideologi, politik, ekonomi, sosial
budaya, pendidikan, keamanan, keagamaan, serta kesejahteraan masyarakat.
Sebagaimana dikemukakan Philiph H. Coombs, ada tiga jenis sumber utama input dari
masyarakat bagi sistem pendidikan, yaitu:
1.
Ilmu pengetahuan, tujuan-tujuan dan
nilai-nilai yang berlaku di dalam masyarakat.
2.
Penduduk serta tenaga kerja yang tersedia.
3.
Ekonomi atau penghasilan masyarakat.
Dari ketiga sumber
utama input bagi sistem pendidikan tersebut, dilakukan seleksi berdasarkan
tujuan, kebutuhan, efisiensi dan relevansinya bagi pendidikan. Selain itu,
seleksi dilakukan pula atas dasar nilai dan norma tertentu dengan alasan bahwa
pendidikan bersifat normatif. Hasil seleksi tersebut selanjutnya diambil atau diterima
sebagai input sistem pendidikan.
Berbagai jenis input pendidikan terseleksi sebagaimana
dikemukakan di atas, selanjutnya akan membentuk komponen-komponen pendidikan
atau berbagai sub sistem pendidikan. Dalam hal ini dilakukan diferensiasi
sehingga setiap komponen memiliki fungsi-fungsi khusus. Namun demikian, karena
pendidikan adalah suatu sistem, maka dalam hal ini semua komponen pendidikan idealnya
melaksanakan fungsinya masing-masing dan berinteraksi satu sama lain yang
mengarah kepada pencapaian tujuan pendidikan.
1.2
Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas dapat diambil
beberapa rumusan masalah, yaitu sebagai berikut:
1.
Bagaimana pengertian tentang komponen manajemen pendidikan?
2.
Apa saja yang termasuk komponen-komponen manajemen pendidikan?
3.
Bagaimana keterkaitan atau hubungan timbal balik antara
komponen-komponen manajemen pendidikan?
1.3
Tujuan
Menurut rumusan masalah siatas dapat
diambil tujuan sebagai berikut:
1.
Untuk mengetahui pengertian tentang kkomponen manajemen
pendidikan.
2.
Untuk mengetahui komponen-komponen manajemen pendidikan.
3.
Untuk mengetahui keterkaitan antara komponen-komponen manajemen
pendidikan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Komponen Manajemen Pendidikan
Komponen
merupakan bagian dari suatu sistem yang memiliki peran dalam keseluruhan berlangsungnya
suatu proses pembelajaran. Sedangkan Menurut James A.F.
Stoner, Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian,
kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan
semua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi
yang telah ditetapkan sebelumnya. Adapun pendidikan adalah usaha sadar dan
terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta
didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya.
Jadi dapat
disimpulkan bahwa komponen manajemen pendidikan adalah kumpulan dari beberapa
item yang saling berhubungan satu sama lain yang merupakan hal penting dalam
proses belajar mengajar yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, dan
pengendalian yang diatur secara baik agar keseluruhan komponen dapat berfungsi
dengan maksimal.
2.2
Komponen-Komponen Manajemen Pendidikan
Menurut Prihatin (2013:18-19) dalam
bukunya yang berjudul manajemen pendidikan menyebutkan bahwa komponen-komponen
manajemen pendidikan juga termasuk dalam manajemen operatif, yaitu
kegiatan-kegiatan yang bertujuan mengarahkan dan membina agar semua orang yang
melaksanakan pekerjaannya yang menjadi tugas masing-masing dapat dengan tepat
dan benar. Adapun komponen-komponen atau ruang lingkupnya adalah sebagai
berikut:
1.
Manajemen kurikulum
Meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi
kegiatan tentang pendataan mata pelajaran/kuliah yang diajarkan, waktu jam yang
tersedia, jumlah guru beserta pembagian jam pelajaran, jumlah kelas,
penjadwalan, kegiatan belajar mengajar, buku-buku yang dibutuhkan, program
semester, evaluasi, program tahunan, kalender pendidikan, perubahan kurikulum
maupun inovasi-inovasi pengembangan kurikulum.
2.
Manajemen ketenaga pendidikan (kepegawaian)
Meliputi perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi kegiatan penerimaan
pegawai baru, mutasi, surat keputusan, surat tugas, berkas-berkas tenaga
kependidikan, daftar umum kepegawaian, upaya peningkatan SDM serta kinerja
pegawai, dan sebagainya.
3.
Manajemen peserta didik
Meliputi perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi kegiatan penggalangan
penerimaan siswa baru, pelaksanaan tes penerimaan siswa baru, penempatan dan
pembagian kelas, kegiatan-kegiatan kesiswaan, motivasi dan peningkatan kualitas
lulusan dan sebagainya.
4.
Manajemen sarana dan prasarana pendidikan
Meliputi perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi kegiatan pengadaan
barang pembagian dan penggunaan barang (inventaris), perbaikan barang, dan
tukar tambah maupun penghapusan barang.
5.
Manajemen keuangan/ pembiayaan pendidikan
Meliputi perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi kegiatan kegiatan masuk
dan keluarnya dana, usaha-usaha menggali sumber pendanaan sekolah seperti kegiatan
koperasi serta penggunaan dana secara efisien.
6.
Manajemen/ administrasi perkantoran
Meliputi perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi kegiatan kantor agar
memberikan pelayanan yang terbaik kepada semua orang yang membutuhkan serta
berhubungan dengan kegiatan lembaga.
7.
Manajemen unit-unit penunjang pendidikan
Meliputi perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi kegiatan unit-unit
penunjang misalnya bimbingan dan penyuluhan (BP), perpustakaan, UKS, pramuka,
olahraga, kesenian, dan sebagainya.
8.
Manajemen layanan khusus pendidikan
Meliputi perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi kegiatan pelayanan
khusus, misalnya menu makanan/konsumsi, layanan antar jemput, bimbingan khusus
di rumah, dan sebagainya.
9.
Manajemen tata lingkungan dan keamanan sekolah
Meliputi perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi tata ruang pertamanan
sekolah, kebersihan dan ketertiban sekolah, serta keamanan dan kenyamanan
lingkungan sekolah.
10. Manajemen hubungan dengan
masyarakat
Meliputi perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi kegiatan hubungan
masyarakat, misalnya pendataan alamat kantor/orang yang dianggap perlu, hasil
kerjasama, program-program humas, dan sebagainya.
Adapun menurut Tara Atika dalam jurnalnya
yang berjudul Manajemen Komponen Pendidikan menyebutkan macam-macam komponen pendidikan sebagai berikut:
1. Manajemen Kesiswaan
Manajemen Kesiswaan bertujuan untuk mengatur berbagai
kegiatan kesiswaan agar kegiatan belajar-mengajar di sekolah dapat berjalan
lancar, tertib, dan teratur, serta mencapai tujuan yang diinginkan. Manajemen
Kesiswaan meliputi antara lain:
a)
penerimaan siswa baru;
b)
program bimbingan dan penyuluhan;
c)
pengelompokan belajar siswa;
d) kehadiran siswa;
e)
buku induk siswa.
2. Manajemen Kurikulum
Kurikulum mencakup kurikulum nasional dan kurikulum
muatan lokal. Kurikulum nasional merupakan standar nasional yang dikembangkan
oleh Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). Sedangkan kurikulum muatan lokal
merupakan kurikulum yang disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan lingkungan,
yang disusun oleh Dinas Pendidikan Propinsi dan atau Kabupaten/Kota.
3. Manajemen Tenaga Kependidikan
Tenaga kependidikan bertugas menyelenggarakan kegiatan
mengajar, melatih, meneliti, mengembangkan, mengelola, dan/atau memberikan
pelayanan teknis dalam bidang pendidikan.
Tenaga kependidikan di sekolah meliputi Tenaga
Pendidik (Guru), Pengelola Satuan Pendidikan, Pustakawan, Laboran, dan Teknisi
sumber belajar. Manajemen tenaga kependidikan antara lain meliputi:
a)
inventarisasi pegawai;
b)
pengusulan formasi pegawai;
c)
pengusulan pengangkatan, kenaikan tingkat, kenaikan berkala, dan mutasi;
d) mengatur usaha kesejahteraan;
e)
mengatur pembagian tugas.
4. Manajemen Sarana-Prasarana
Manajemen sarana-prasarana sekolah bertugas
merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinasikan, mengawasi, dan
mengevaluasi kebutuhan dan penggunaan sarana-prasarana agar dapat memberikan
sumbangan secara optimal pada kegiatan belajar-mengajar.
5. Manajemen Keuangan/Dana
Komponen keuangan sekolah merupakan komponen produksi
yang menentukan terlaksananya kegiatan belajar-mengajar bersama
komponen-komponen lain. Dengan kata lain, setiap kegiatan yang dilakukan
sekolah memerlukan biaya. Dalam pelaksanaannya, manajemen keuangan menganut
asas pemisahan tugas antara fungsi:
a)
Otorisator, yaitu pejabat yang diberi wewenang untuk mengambil tindakan
yang mengakibatkan penerimaan dan pengeluaran anggaran.
b)
Ordonator, yaitu pejabat yang berwenang melakukan pengujian dan memerintahkan
pembayaran atas segala tindakan yang dilakukan berdasarkan otorisasi yang telah
ditetapkan.
c)
Bendaharawan, yaitu pejabat yang berwenang melakukan penerimaan,
penyimpanan, dan pengeluaran uang serta diwajibkan membuat perhitungan dan
pertanggungjawaban.
Kepala Sekolah, sebagai manajer, berfungsi sebagai
Otorisator dan dilimpahi fungsi Ordonator untuk memerintahkan pembayaran.
Namun, tidak dibenarkan melaksanakan fungsi Bendaharawan karena berkewajiban
melakukan pengawasan ke dalam. Sedangkan Bendaharawan, di samping mempunyai
fungsi-fungsi Bendaharawan, juga dilimpahi fungsi Ordonator untuk menguji hak
atas pembayaran.
6. Manajemen Lingkungan (Hubungan Sekolah dengan Masyarakat)
Sekolah sebagai suatu sistem sosial merupakan bagian
integral dari sistem sosial yang lebih besar, yaitu masyarakat. Maju mundurnya
sumber daya manusia (SDM) pada suatu daerah, tidak hanya bergantung pada
upaya-upaya yang dilakukan sekolah, namun sangat bergantung kepada tingkat
partisipasi masyarakat terhadap pendidikan. Semakin tinggi tingkat partisipasi
masyarakat terhadap pendidikan di suatu daerah, akan semakin maju pula sumber
daya manusia pada daerah tersebut. Sebaliknya, semakin rendah tingkat
partisipasi masyarakat terhadap pendidikan di suatu daerah, akan semakin mundur
pula sumber daya manusia pada daerah tersebut.
7. Manajemen Layanan Khusus
Manajemen layanan khusus ini mencakup manajemen
kesiswaan, kurikulum, tenaga kependidikan, sarana-prasarana, pendanaan, dan
lingkungan.
Pada sekolah khusus, misalnya Sekolah Luar Biasa (SLB).
Diperlukan adanya layanan khusus, misalnya kepala sekolah mendatangkan ahli
ke-PLB-an untuk ikut serta dalam proses belajar mengajar. Pada sekolah umum,
tidak menutup kemungkinan juga untuk diadakan layanan semacam ini untuk
melayani siswanya
Secara umum dapat disimpulkan bahwa
komponen-komponen manajemen pendidikan terdiri dari 6 komponen, yaitu:
1.
Manajemen peserta didik
Yaitu bagian yang bertujuan untuk mengatur
berbagai kegiatan kesiswaan agar kegiatan belajar-mengajar di sekolah dapat
berjalan dengan lancar.
2.
Manajemen tenaga didik
Betugas menyelenggarakan kegiatan
mengajar, melatih, meneliti mengembangkan, mengelola, dan memberikan pelayanan
teknis dalam bidang pendidikan.
3.
Manajemen sarana dan prasarana
Bertugas merencanakan, mengorganisasikan,
mengarahkan, mengkoordinasikan, mengawasi, dan mengevaluasi, kebutuhan dan
penggunaan sarana-prasarana agar dapat memberikan sumbangan secara optimal pada
kegiatan belajar-mengajar.
4.
Manajemen kurikulum
Dalam kurikulum mencakup kurukulum
nasional dan kurikulum lokal. Kurikulum nasional merupakan standar nasional
yang dikembangkan oleh departemen pendidikan nasional (DEPDIKNAS). Sedangkan
kurikulum muatan lokal merupakan kurikulum yang disesuaikan dengan keadaan dan
kebutuhan lingkungan, yang disusun oleh Dinas Pendidikan Provinsi dan atau
Kabupaten/Kota.
5.
Manajemen pembiayaan (uang)
Yaitu komponen produksi yang menentukan
terlaksananya kegiatan belajar-mengajar bersama komponen-komponen lain. Dengan
kata lain, setiap kegiatan yang dilakukan sekolah memerlukan biaya.
6.
Manajemen lingkungan sosial dan keamanan
Sekolah sebagai suatu sistem sosial merupakan bagian integral dari
sistem sosial yang lebih besar yaitu masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat
hendaknya selalu dilibatkan dalam pembangunan pendidikan di daerah.
Maju-mundurnya sekolah di lingkungannya juga merupakan tanggung jawab bersama
masyarakat setempat.
Jadi, semakin besar dan maju suatu lembaga
pendidikan, semakin banyak ruang lingkup manajemen yang harus ditangani
sekolah. Demikian juga sebaliknya, semakin rendah dan kecil sekolah sedikit
ruang lingkup manajemen yang harus ditanganinya. Misalnya manajemen sekolah
yang tergolong kecil dan bermutu rendah lebih sederhana pengelolaannya seperti
sekolah-sekolah dasar yang ada di pelosok desa dibanding dengan manajemen
sekolah yang tergolong besar dan maju.
2.3
Keterkaitan Antara Komponen-Komponen Pendidikan
Keseluruhan
komponen-komponen Pendidikan diatas merupakan satu kesatuan yang saling
berkaitan dalam proses pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan. Input mentah
(raw input), yaitu peserta didik, Input alat (instrumental input) seperti:
kurikulum, pendidik, input lingkungan (environmental input) seperti: keadaan
cuaca, situasi keamanan masyarakat dan lain-lain, yang secara langsung maupun
tidak langsung dapat mempengaruhi proses pendidikan. Sehingga dalam pencapaian
tujuan pendidikan secara optimal dapat ditempuh melalui proses berkomunikasi
yang intensif.
Komponen-komponen pendidikan yang telah dijelaskan berinteraksi secara
berkesinambungan saling melengkapi dalam sebuah proses pendidikan guna mencapai
tujuan pendidikan. Proses pendidikan pada hakikatnya adalah interaksi komponen
tersebut dalam sebuah proses pencarian, pembentukan, dan pengembangan sikap
serta perilaku anak didik hingga mencapai batas optimal (Mahmud, 2009: 87).
Sistem pendidikan tersebut secara rinci dapat
digambarkan sebagai berikut:
Adapun antara komponen-komponen pendidikan
ini juga memiliki hubungan dengan bab sebelumnya yaitu proses pendidikan yang
mencakup tentang planning, organizing, actuating, dan controlling. Seperti yang
terlihat pada gambar di bawah ini:


BAB III
PENUTUP
3.1
Simpulan
Dari uraian pembahasan diatas dapat
diambil simpulan sebagai berikut:
1.
Komponen manajemen pendidikan adalah
kumpulan dari beberapa item yang saling berhubungan satu sama lain yang
merupakan hal penting dalam proses belajar mengajar yang meliputi perencanaan,
pengorganisasian, dan pengendalian yang diatur secara baik agar keseluruhan
komponen dapat berfungsi dengan maksimal.
2.
Secara garis besar komponen pendidikan tersebut terdiri dari enam
komponen, yaitu manajemen siswa, tenaga didik, sarana dan prasarana, kurikulum,
pembiayaan (uang), dan lingkungan sosial dan keamanan. Secara umum, semakin
besar dan maju suatu lembaga pendidikan, semakin banyak ruang lingkup manajemen
yang harus ditangani sekolah. Demikian juga sebaliknya, semakin rendah dan
kecil sekolah sedikit ruang lingkup manajemen yang harus ditanganinya. Misalnya
manajemen sekolah yang tergolong kecil dan bermutu rendah lebih sederhana
pengelolaannya seperti sekolah-sekolah dasar yang ada di pelosok desa dibanding
dengan manajemen sekolah yang tergolong besar dan maju.
3.
Komponen-komponen pendidikan yang telah dijelaskan
berinteraksi secara berkesinambungan saling melengkapi dalam sebuah proses
pendidikan guna mencapai tujuan pendidikan. Proses pendidikan pada hakikatnya
adalah interaksi komponen tersebut dalam sebuah proses pencarian, pembentukan,
dan pengembangan sikap serta perilaku anak didik hingga mencapai batas optimal.
DAFTAR PUSTAKA
Aditya.
(2010, Desember 12). Manajemen Komponen-Komponen Pendidikan. Diunduh
dari Manajemen Komponen-Komponen Pendidikan: http://adityaromantika.blogspot.co.id/2010/12/manajemen-komponen
komponen-pendidikan.html
Astika,
T. (2013, Oktober 06). Manajemen Komponen Pendidikan. Retrieved from
Manajemen Komponen Pendidikan: http://taratekkima.blogspot.co.
id/2013/06/manajemen-komponen-pendidikan.html
Muhaimin, Suti`ah, & Sugeng
Listyo Prabowo. (2010). Manajemen Pendidikan. Jakarta: Kencana.
Pribadi, Imam. (2012, Oktober
10). Manajemen Kurikulum. Diunduh dari Manajemen Kurikulum: http://pribadimam.blogspot.co.id/2012/10/
manajemen-kurikulum_6.html
Prihatin, Titi. (2013). Manajemen
Pendidikan. Yogyakarta: Deepublish.
S, Sudjana. (2004). Manajemen
Program Pendidikan. Bandung: Falah Production.
Zuwaily. (2012, November 11). Komponen-Komponen
dalam Sistem Pendidikan. Diunduh Komponen-Komponen dalam Sistem: http://zuwaily.blogspot.
co.id/2012/11/komponen-komponen-dalam-sistem.html#.Vw9Msebkizu


Bet365 Casino App India Review & Bonus Code for December 2021
ReplyDeleteBet365 is 진주 출장안마 one of the biggest online bookmakers in India and has become 의왕 출장샵 one of 인천광역 출장샵 the biggest names 부산광역 출장안마 in the online gambling industry. The mobile casino was created 의정부 출장샵 in Rating: 4.4 · Review by JTG Hub