Monday, February 27, 2017

MAKALAH KOMPONEN MANAJEMEN PENDIDIKAN



KOMPONEN MANAJEMEN PENDIDIKAN



Oleh kelompok 2:

Yoga Pratama                                   1102415008
Sugeng Riyanto                                 1102415012
Siti faizzatul Munawaroh                 1102415025
Herlina RetnoWulandari                  1102415026





JURUSAN KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2016


BAB I
PENADAHULUAN
1.1       Latar Belakang
Manajemen sebagai ilmu yang dibutuhkan oleh manusia sebagai tatanan di dalam kehidupan baik secara individu maupun kelompok. Manajemen sebagai kolektifitas orang-orang yang melakukan aktifitas manajemen yang merupakan ilmu perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian sumber daya untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.
Bidang pendidikan termasuk rumpun ilmu perilaku, khususnya suatu rumpun ilmu yang mengkaji aktivitas manusia. Dalam kaitan ini, lingkup kajian aktivitas manusia sangatlah luas, yakni mencakup aktivitas manusia sebagai individu atau kelompok, sebagai kesatuan etnis, bangsa atau ras,dalam lingkup geografis, administratif atau sosial budaya, dalam satuan organisasi, institusi pemerintahan, berkenaan dengan kegiatan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pendidikan, keamanan, keagamaan, serta kesejahteraan masyarakat.
Sebagaimana dikemukakan Philiph H. Coombs, ada tiga jenis sumber utama input dari masyarakat bagi sistem pendidikan, yaitu:
1.      Ilmu pengetahuan, tujuan-tujuan dan nilai-nilai yang berlaku di dalam masyarakat.
2.      Penduduk serta tenaga kerja yang tersedia.
3.      Ekonomi atau penghasilan masyarakat.
Dari ketiga sumber utama input bagi sistem pendidikan tersebut, dilakukan seleksi berdasarkan tujuan, kebutuhan, efisiensi dan relevansinya bagi pendidikan. Selain itu, seleksi dilakukan pula atas dasar nilai dan norma tertentu dengan alasan bahwa pendidikan bersifat normatif. Hasil seleksi tersebut selanjutnya diambil atau diterima sebagai input sistem pendidikan.
Berbagai jenis input pendidikan terseleksi sebagaimana dikemukakan di atas, selanjutnya akan membentuk komponen-komponen pendidikan atau berbagai sub sistem pendidikan. Dalam hal ini dilakukan diferensiasi sehingga setiap komponen memiliki fungsi-fungsi khusus. Namun demikian, karena pendidikan adalah suatu sistem, maka dalam hal ini semua komponen pendidikan idealnya melaksanakan fungsinya masing-masing dan berinteraksi satu sama lain yang mengarah kepada pencapaian tujuan pendidikan.
1.2       Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas dapat diambil beberapa rumusan masalah, yaitu sebagai berikut:
1.      Bagaimana pengertian tentang komponen manajemen pendidikan?
2.      Apa saja yang termasuk komponen-komponen manajemen pendidikan?
3.      Bagaimana keterkaitan atau hubungan timbal balik antara komponen-komponen manajemen pendidikan?
1.3       Tujuan
Menurut rumusan masalah siatas dapat diambil tujuan sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui pengertian tentang kkomponen manajemen pendidikan.
2.      Untuk mengetahui komponen-komponen manajemen pendidikan.
3.      Untuk mengetahui keterkaitan antara komponen-komponen manajemen pendidikan.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1       Pengertian Komponen Manajemen Pendidikan
Komponen merupakan bagian dari suatu sistem yang memiliki peran dalam keseluruhan berlangsungnya suatu proses pembelajaran. Sedangkan Menurut James A.F. Stoner, Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan semua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Adapun pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya.
Jadi dapat disimpulkan bahwa komponen manajemen pendidikan adalah kumpulan dari beberapa item yang saling berhubungan satu sama lain yang merupakan hal penting dalam proses belajar mengajar yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian yang diatur secara baik agar keseluruhan komponen dapat berfungsi dengan maksimal.
2.2       Komponen-Komponen Manajemen Pendidikan
Menurut Prihatin (2013:18-19) dalam bukunya yang berjudul manajemen pendidikan menyebutkan bahwa komponen-komponen manajemen pendidikan juga termasuk dalam manajemen operatif, yaitu kegiatan-kegiatan yang bertujuan mengarahkan dan membina agar semua orang yang melaksanakan pekerjaannya yang menjadi tugas masing-masing dapat dengan tepat dan benar. Adapun komponen-komponen atau ruang lingkupnya adalah sebagai berikut:
1.      Manajemen kurikulum
Meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi kegiatan tentang pendataan mata pelajaran/kuliah yang diajarkan, waktu jam yang tersedia, jumlah guru beserta pembagian jam pelajaran, jumlah kelas, penjadwalan, kegiatan belajar mengajar, buku-buku yang dibutuhkan, program semester, evaluasi, program tahunan, kalender pendidikan, perubahan kurikulum maupun inovasi-inovasi pengembangan kurikulum.
2.      Manajemen ketenaga pendidikan (kepegawaian)
Meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi kegiatan penerimaan pegawai baru, mutasi, surat keputusan, surat tugas, berkas-berkas tenaga kependidikan, daftar umum kepegawaian, upaya peningkatan SDM serta kinerja pegawai, dan sebagainya.
3.      Manajemen peserta didik
Meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi kegiatan penggalangan penerimaan siswa baru, pelaksanaan tes penerimaan siswa baru, penempatan dan pembagian kelas, kegiatan-kegiatan kesiswaan, motivasi dan peningkatan kualitas lulusan dan sebagainya.
4.      Manajemen sarana dan prasarana pendidikan
Meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi kegiatan pengadaan barang pembagian dan penggunaan barang (inventaris), perbaikan barang, dan tukar tambah maupun penghapusan barang.
5.      Manajemen keuangan/ pembiayaan pendidikan
Meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi kegiatan kegiatan masuk dan keluarnya dana, usaha-usaha menggali sumber pendanaan sekolah seperti kegiatan koperasi serta penggunaan dana secara efisien.
6.      Manajemen/ administrasi perkantoran
Meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi kegiatan kantor agar memberikan pelayanan yang terbaik kepada semua orang yang membutuhkan serta berhubungan dengan kegiatan lembaga.
7.      Manajemen unit-unit penunjang pendidikan
Meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi kegiatan unit-unit penunjang misalnya bimbingan dan penyuluhan (BP), perpustakaan, UKS, pramuka, olahraga, kesenian, dan sebagainya.
8.      Manajemen layanan khusus pendidikan
Meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi kegiatan pelayanan khusus, misalnya menu makanan/konsumsi, layanan antar jemput, bimbingan khusus di rumah, dan sebagainya.
9.      Manajemen tata lingkungan dan keamanan sekolah
Meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi tata ruang pertamanan sekolah, kebersihan dan ketertiban sekolah, serta keamanan dan kenyamanan lingkungan sekolah.
10.  Manajemen hubungan dengan masyarakat
Meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi kegiatan hubungan masyarakat, misalnya pendataan alamat kantor/orang yang dianggap perlu, hasil kerjasama, program-program humas, dan sebagainya.
Adapun menurut Tara Atika dalam jurnalnya yang berjudul Manajemen Komponen Pendidikan menyebutkan macam-macam komponen pendidikan sebagai berikut:
1.      Manajemen Kesiswaan
Manajemen Kesiswaan bertujuan untuk mengatur berbagai kegiatan kesiswaan agar kegiatan belajar-mengajar di sekolah dapat berjalan lancar, tertib, dan teratur, serta mencapai tujuan yang diinginkan. Manajemen Kesiswaan meliputi antara lain:

a)      penerimaan siswa baru;
b)      program bimbingan dan penyuluhan;
c)      pengelompokan belajar siswa;
d)     kehadiran siswa;
e)      buku induk siswa.
2.      Manajemen Kurikulum
Kurikulum mencakup kurikulum nasional dan kurikulum muatan lokal. Kurikulum nasional merupakan standar nasional yang dikembangkan oleh Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). Sedangkan kurikulum muatan lokal merupakan kurikulum yang disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan lingkungan, yang disusun oleh Dinas Pendidikan Propinsi dan atau Kabupaten/Kota.
3.      Manajemen Tenaga Kependidikan
Tenaga kependidikan bertugas menyelenggarakan kegiatan mengajar, melatih, meneliti, mengembangkan, mengelola, dan/atau memberikan pelayanan teknis dalam bidang pendidikan.
Tenaga kependidikan di sekolah meliputi Tenaga Pendidik (Guru), Pengelola Satuan Pendidikan, Pustakawan, Laboran, dan Teknisi sumber belajar. Manajemen tenaga kependidikan antara lain meliputi:
a)      inventarisasi pegawai;
b)      pengusulan formasi pegawai;
c)      pengusulan pengangkatan, kenaikan tingkat, kenaikan berkala, dan mutasi;
d)     mengatur usaha kesejahteraan;
e)      mengatur pembagian tugas.
4.      Manajemen Sarana-Prasarana
Manajemen sarana-prasarana sekolah bertugas merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinasikan, mengawasi, dan mengevaluasi kebutuhan dan penggunaan sarana-prasarana agar dapat memberikan sumbangan secara optimal pada kegiatan belajar-mengajar.
5.      Manajemen Keuangan/Dana
Komponen keuangan sekolah merupakan komponen produksi yang menentukan terlaksananya kegiatan belajar-mengajar bersama komponen-komponen lain. Dengan kata lain, setiap kegiatan yang dilakukan sekolah memerlukan biaya. Dalam pelaksanaannya, manajemen keuangan menganut asas pemisahan tugas antara fungsi:
a)      Otorisator, yaitu pejabat yang diberi wewenang untuk mengambil tindakan yang mengakibatkan penerimaan dan pengeluaran anggaran.
b)      Ordonator, yaitu pejabat yang berwenang melakukan pengujian dan memerintahkan pembayaran atas segala tindakan yang dilakukan berdasarkan otorisasi yang telah ditetapkan.
c)      Bendaharawan, yaitu pejabat yang berwenang melakukan penerimaan, penyimpanan, dan pengeluaran uang serta diwajibkan membuat perhitungan dan pertanggungjawaban.
Kepala Sekolah, sebagai manajer, berfungsi sebagai Otorisator dan dilimpahi fungsi Ordonator untuk memerintahkan pembayaran. Namun, tidak dibenarkan melaksanakan fungsi Bendaharawan karena berkewajiban melakukan pengawasan ke dalam. Sedangkan Bendaharawan, di samping mempunyai fungsi-fungsi Bendaharawan, juga dilimpahi fungsi Ordonator untuk menguji hak atas pembayaran.
6.      Manajemen Lingkungan (Hubungan Sekolah dengan Masyarakat)
Sekolah sebagai suatu sistem sosial merupakan bagian integral dari sistem sosial yang lebih besar, yaitu masyarakat. Maju mundurnya sumber daya manusia (SDM) pada suatu daerah, tidak hanya bergantung pada upaya-upaya yang dilakukan sekolah, namun sangat bergantung kepada tingkat partisipasi masyarakat terhadap pendidikan. Semakin tinggi tingkat partisipasi masyarakat terhadap pendidikan di suatu daerah, akan semakin maju pula sumber daya manusia pada daerah tersebut. Sebaliknya, semakin rendah tingkat partisipasi masyarakat terhadap pendidikan di suatu daerah, akan semakin mundur pula sumber daya manusia pada daerah tersebut.
7.      Manajemen Layanan Khusus
Manajemen layanan khusus ini mencakup manajemen kesiswaan, kurikulum, tenaga kependidikan, sarana-prasarana, pendanaan, dan lingkungan.
Pada sekolah khusus, misalnya Sekolah Luar Biasa (SLB). Diperlukan adanya layanan khusus, misalnya kepala sekolah mendatangkan ahli ke-PLB-an untuk ikut serta dalam proses belajar mengajar. Pada sekolah umum, tidak menutup kemungkinan juga untuk diadakan layanan semacam ini untuk melayani siswanya
Secara umum dapat disimpulkan bahwa komponen-komponen manajemen pendidikan terdiri dari 6 komponen, yaitu:
1.      Manajemen peserta didik
Yaitu bagian yang bertujuan untuk mengatur berbagai kegiatan kesiswaan agar kegiatan belajar-mengajar di sekolah dapat berjalan dengan lancar.
2.      Manajemen tenaga didik
Betugas menyelenggarakan kegiatan mengajar, melatih, meneliti mengembangkan, mengelola, dan memberikan pelayanan teknis dalam bidang pendidikan.

3.      Manajemen sarana dan prasarana
Bertugas merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinasikan, mengawasi, dan mengevaluasi, kebutuhan dan penggunaan sarana-prasarana agar dapat memberikan sumbangan secara optimal pada kegiatan belajar-mengajar.
4.      Manajemen kurikulum
Dalam kurikulum mencakup kurukulum nasional dan kurikulum lokal. Kurikulum nasional merupakan standar nasional yang dikembangkan oleh departemen pendidikan nasional (DEPDIKNAS). Sedangkan kurikulum muatan lokal merupakan kurikulum yang disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan lingkungan, yang disusun oleh Dinas Pendidikan Provinsi dan atau Kabupaten/Kota.
5.      Manajemen pembiayaan (uang)
Yaitu komponen produksi yang menentukan terlaksananya kegiatan belajar-mengajar bersama komponen-komponen lain. Dengan kata lain, setiap kegiatan yang dilakukan sekolah memerlukan biaya.
6.      Manajemen lingkungan sosial dan keamanan
Sekolah sebagai suatu sistem sosial merupakan bagian integral dari sistem sosial yang lebih besar yaitu masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat hendaknya selalu dilibatkan dalam pembangunan pendidikan di daerah. Maju-mundurnya sekolah di lingkungannya juga merupakan tanggung jawab bersama masyarakat setempat.
Jadi, semakin besar dan maju suatu lembaga pendidikan, semakin banyak ruang lingkup manajemen yang harus ditangani sekolah. Demikian juga sebaliknya, semakin rendah dan kecil sekolah sedikit ruang lingkup manajemen yang harus ditanganinya. Misalnya manajemen sekolah yang tergolong kecil dan bermutu rendah lebih sederhana pengelolaannya seperti sekolah-sekolah dasar yang ada di pelosok desa dibanding dengan manajemen sekolah yang tergolong besar dan maju.
2.3       Keterkaitan Antara Komponen-Komponen Pendidikan
Keseluruhan komponen-komponen Pendidikan diatas merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan dalam proses pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan. Input mentah (raw input), yaitu peserta didik, Input alat (instrumental input) seperti: kurikulum, pendidik, input lingkungan (environmental input) seperti: keadaan cuaca, situasi keamanan masyarakat dan lain-lain, yang secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi proses pendidikan. Sehingga dalam pencapaian tujuan pendidikan secara optimal dapat ditempuh melalui proses berkomunikasi yang intensif.
Komponen-komponen pendidikan yang telah dijelaskan berinteraksi secara berkesinambungan saling melengkapi dalam sebuah proses pendidikan guna mencapai tujuan pendidikan. Proses pendidikan pada hakikatnya adalah interaksi komponen tersebut dalam sebuah proses pencarian, pembentukan, dan pengembangan sikap serta perilaku anak didik hingga mencapai batas optimal (Mahmud, 2009: 87).
Sistem pendidikan tersebut secara rinci dapat digambarkan sebagai berikut:
Komponen-Komponen dalam Sistem Pendidikan
Adapun antara komponen-komponen pendidikan ini juga memiliki hubungan dengan bab sebelumnya yaitu proses pendidikan yang mencakup tentang planning, organizing, actuating, dan controlling. Seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini:
Description: komponen
Description: proses


BAB III
PENUTUP
3.1       Simpulan
Dari uraian pembahasan diatas dapat diambil simpulan sebagai berikut:
1.      Komponen manajemen pendidikan adalah kumpulan dari beberapa item yang saling berhubungan satu sama lain yang merupakan hal penting dalam proses belajar mengajar yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian yang diatur secara baik agar keseluruhan komponen dapat berfungsi dengan maksimal.
2.      Secara garis besar komponen pendidikan tersebut terdiri dari enam komponen, yaitu manajemen siswa, tenaga didik, sarana dan prasarana, kurikulum, pembiayaan (uang), dan lingkungan sosial dan keamanan. Secara umum, semakin besar dan maju suatu lembaga pendidikan, semakin banyak ruang lingkup manajemen yang harus ditangani sekolah. Demikian juga sebaliknya, semakin rendah dan kecil sekolah sedikit ruang lingkup manajemen yang harus ditanganinya. Misalnya manajemen sekolah yang tergolong kecil dan bermutu rendah lebih sederhana pengelolaannya seperti sekolah-sekolah dasar yang ada di pelosok desa dibanding dengan manajemen sekolah yang tergolong besar dan maju.
3.      Komponen-komponen pendidikan yang telah dijelaskan berinteraksi secara berkesinambungan saling melengkapi dalam sebuah proses pendidikan guna mencapai tujuan pendidikan. Proses pendidikan pada hakikatnya adalah interaksi komponen tersebut dalam sebuah proses pencarian, pembentukan, dan pengembangan sikap serta perilaku anak didik hingga mencapai batas optimal.


DAFTAR PUSTAKA

Aditya. (2010, Desember 12). Manajemen Komponen-Komponen Pendidikan. Diunduh dari Manajemen Komponen-Komponen Pendidikan: http://adityaromantika.blogspot.co.id/2010/12/manajemen-komponen komponen-pendidikan.html
Astika, T. (2013, Oktober 06). Manajemen Komponen Pendidikan. Retrieved from Manajemen Komponen Pendidikan: http://taratekkima.blogspot.co. id/2013/06/manajemen-komponen-pendidikan.html
Muhaimin, Suti`ah, & Sugeng Listyo Prabowo. (2010). Manajemen Pendidikan. Jakarta: Kencana.
Pribadi, Imam. (2012, Oktober 10). Manajemen Kurikulum. Diunduh dari Manajemen Kurikulum: http://pribadimam.blogspot.co.id/2012/10/ manajemen-kurikulum_6.html
Prihatin, Titi. (2013). Manajemen Pendidikan. Yogyakarta: Deepublish.
S, Sudjana. (2004). Manajemen Program Pendidikan. Bandung: Falah Production.
Zuwaily. (2012, November 11). Komponen-Komponen dalam Sistem Pendidikan. Diunduh Komponen-Komponen dalam Sistem: http://zuwaily.blogspot. co.id/2012/11/komponen-komponen-dalam-sistem.html#.Vw9Msebkizu





1 comment:

  1. Bet365 Casino App India Review & Bonus Code for December 2021
    Bet365 is 진주 출장안마 one of the biggest online bookmakers in India and has become 의왕 출장샵 one of 인천광역 출장샵 the biggest names 부산광역 출장안마 in the online gambling industry. The mobile casino was created 의정부 출장샵 in  Rating: 4.4 · ‎Review by JTG Hub

    ReplyDelete

MAKALAH KEGIATAN INTRUKSIONAL BERBASIS KOMPETENSI

  MAKALAH KEGIATAN INTRUKSIONAL BERBASIS KOMPETENSI Disusun guna memenuhi tugas Mata Kuliah Desain Instruksional Ol...